Alun-Alun Taman Pataraksa Kejar Target, Besi Cakar Ayam Dipasang dalam Genangan Air?
Ada yang aneh dalam proyek Alun-alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon. Proyek ini terkendala kondisi alam yang tak diprediksi sebelumnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Ada yang aneh dalam proyek Alun-alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon. Proyek senilai Rp11 miliar bantuan dari Provinsi Jabar ini, sepertinya menghadapi beberapa kendala alam yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
Genangan air yang tidak pernah surut pada dasar galian, menjadi salah satu kendala serius. Padahal, target penggalian untuk basement tersebut, harusnya selesai 15 September lalu.
Di lokasi proyekpun ada hal yang janggal. Beberapa pekerja sudah memasang besi cakar ayam, dalam genangan air pada bagian selatan galian. Sementara galian terus berlangsung pada bagian barat lokasi proyek.
Namun, Manajemen Konstruksi (MK), Toto mengelak terkait besi cakar ayam dipasang pada genangan air. Menurutnya, cakar ayam baru disimpan saja karena nantinya bekisting akan dipasang di lokasi genangan. Tujuannya, supaya air tidak masuk lagi dan setelah dipasang bekisting, nyedot genangan airnya akan mudah.
Baca Juga: Ini Masalah Lain yang Dihadapi dalam Proyek Penggalian Alun-alun Taman Pataraksa
"Nantinya seperti bak supaya nyedot airnya mudah. Kita kan buat lantai kerja bekisting batako, baru cakar ayam dimasukan. Masalahnya, volume airnya sangat tinggi. Saya saja pusing," kata Toto, Rabu.
Dia menjelaskan, harusnya penggalian dimulai dari bagian barat karena dipastikan bukan sumber mata air. Namun beberapa kali dia menyarankan kepada kontraktor, tidak digubris. Malahan mereka beberapa kali mengirimkan tenaga ahli, tapi persoalan genangan air tidak pernah bisa diselesaikan.
"Padahal kalau saja digalinya bagian barat saja, kita sudah bisa pasang lantai kerja. Artinya, sambil menunggu galian di area lainnya, kita sudah lakukan progres sedikit sedikit. Ini sih nangani genangan air saja sulitnya minta ampun," jelas Toto.
Baca Juga: Taman Pataraksa, Beko Ampun-ampunan Lawan Batu, Terpaksa Turun Mesin
Seperti diketahui, rencana pengerukan proyek Alun-alun Taman Pataraksa dipastikan mentok. Seharusnya, pengerukan yang nantinya untuk basement, pada kedalaman 3,25 meter. Namun karena kondisi tanah didominasi material batu, akhirnya diputuskan pada kedalaman 2,9 meter saja.
Toto mengakui galian tidak seusai target karena seharusnya 15 September sudah selesai seluruhnya. Namun luas galian untuk basement 50x30 meter itu, sampai saat ini masih terus dilakukan. Masalahnya, bukan saja persoalan batu yang mendominasi dasar galian, keluarnya mata air di beberapa dasar galian, ikut menghambat proses pengerukan. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


