Alunan Merdu Suara Anak-Anak SDN Girimukti di Tengah Bangunan Tua yang Rapuh

Di balik dinding bangunan sekolah yang berdiri di Kampung Rajamandala, Desa Mandalamukti, Kec Cikalongwetan, KBB, suara emas sejumlah siswa mengalun merdu.

Alunan Merdu Suara Anak-Anak SDN Girimukti di Tengah Bangunan Tua yang Rapuh
Suara sejumlah siswa berbakat di SDN Girimukti terdengar merdu saat menyanyikan lagu Himne SDN Girimukti. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Di balik dinding bangunan sekolah yang berdiri sejak 1980 di Kampung Rajamandala, RT 03/RW 12, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) suara emas sejumlah siswa mengalun merdu.

Saat gedung fisiknya tengah berjuang diperbaiki, semangat dan bakat anak-anak justru tumbuh semakin nyata. Kedatangan kepala sekolah baru sejak 1 Agustus 2026 menjadi titik balik, bukan hanya untuk membenahi sarana, namun juga membangkitkan suara hati warga sekolah dalam sebuah karya yang kini mulai didendangkan setiap Senin.

Kepala SDN Girimukti Mudrikah menyadari sejak awal bertugas bahwa di sekolah ini tersimpan bibit-bibit unggul yang selama ini belum terwadahi secara menyeluruh. 

Bakat tarik suara, prestasi keagamaan, hingga kejuaraan di bidang olahraga sesungguhnya sudah ada, namun belum memiliki identitas menyatu. 

Dia pun menyusun visi misi yang kemudian dijadikan akronim  Harmonis, Edukatif, Berkarakter, Aktif, dan Tangguh (HEBAT) lalu mewujudkannya menjadi lagu, Himne SDN Girimukti.

"Ketika saya masuk dan melihat potensi anak-anak, terutama di bidang tarik suara, saya berpikir ini harus punya suara sendiri. Belum pernah ada himne atau jargon sebelumnya," kata Mudrikah saat ditemui, Selasa (29/9/2026).

"Lalu saya tuliskan liriknya berdasarkan visi misi HEBAT, proses penulisan sekitar satu minggu, kemudian satu hari untuk aransemen dan perekaman," sambungnya.

Mudrikah berharap lagu-lagu ini bukan sekadar dihafal, melainkan dihayati dan dijalankan  menjadi karakter nyata setiap siswa. Harmonis dalam berteman, edukatif dalam belajar, berkarakter dalam sikap, aktif dalam berkarya, dan tangguh menghadapi segala keterbatasan.

"Bangunan bisa rusak dan sedang diperbaiki, tapi semangat anak-anak tidak boleh menunggu. Hari ini mereka menyanyi, besok mereka membuktikan bahwa SDN Girimukti memang HEBAT," ungkapnya.

Lima Suara Terpilih, Satu Semangat Berkarya

Untuk membentuk paduan suara pembawa lagu tersebut, dilakukan seleksi langsung di setiap kelas. Dari puluhan siswa yang mencoba, terpilih lima anak yang memiliki kemampuan vokal menonjol. 

Salah satunya Azka Zen yang menjadi pendorong sekaligus teladan bagi teman-temannya. Himne tersebut kini berdurasi sekitar tiga menit dan direncanakan dinyanyikan secara rutin setiap hari Senin setelah upacara bendera.

"Dipilih lima orang, diuji per kelas, dilihat potensinya lewat konten-konten edukasi yang kami buat. Hasilnya luar biasa, mereka cepat paham, liriknya mudah diingat dan maknanya menyatu dengan diri mereka," ungkapnya.

Selain Himne, telah selesai pula karya kedua berjudul "SDN Girimukti HEBAT" yang durasinya sedikit lebih panjang, tinggal menyusun klip video untuk perilisannya. 

"Dua lagu ini menjadi bukti bahwa meski gedung tua sedang direnovasi, jiwa sekolah tetap hidup dan berkembang," ucapnya.

"Girimukti Hebat", Kalimat yang Menjadi Keyakinan Sendiri

Bagi anak-anak, lagu itu bukan sekadar nada dan lirik. Ketika ditemui, Teja (12) siswa Kelas 5, Aji (10) Kelas 5 dan Rizki (11) Kelas 5 mengaku bangga bisa menyanyikan lagu tersebut.

"Yang paling saya ingat: Girimukti hebat. Itu yang berkesan," ungkap Teja.

Aji mengakui sedikit kesulitan mengatur napas saat bernyanyi, namun tetap merasa senang. Dia bercita-cita ingin menjadi penyanyi hingga ke tingkat nasional. Sementara, Rizki mengaku menghafal lagu ternyata lebih gampang daripada pelajaran biasa.

Idola mereka ternyata sama, yakni Azkha Zein, teman sendiri yang menjadi pemimpin vokal mereka.

"Belajarnya cepat, liriknya gampang diingat. Kalau nyanyi, rasanya senang saja," kata Rizki.


Editor : Doni Ramdhani