Antisipasi Bahaya Longsor di Jalan Sersan Bajuri, Arsan Latif Nekat Hentikan Bus dan Truk Besar
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu terjadinya sejumlah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di Jalan Sersan Bajuri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu terjadinya sejumlah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di Jalan Sersan Bajuri.
Salah satunya seperti longsor yang terjadi RW. 06 Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong pada Sabtu 6 Januari 2024 malam. Akibatnya, lonsor di Jalan Sersan Bajuri sepanjang 12 meter dengan kedalaman 30 meter tertutup material longsor.
Merespons hal itu, Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif turun langsung untuk meninjau lokasi longsor di Jalan Sersan Bajuri yang terjadi di jalan perbatasan yang menghubungkan KBB dan Kota Bandung tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Arsan tak segan untuk menghentikan secara paksa bus dan truk besar yang hendak melintas menuju kawasan Parongpong dan Lembang tersebut.
Tak cukup sampai di situ, Arsan pun melanjutkan aksinya dengan meminta seluruh kendaraan besar lainnya untuk memutar arah dan mencari alternatif jalan lain untuk meminimalisir risiko yang akan ditimbulkan akibat getaran pada badan jalan yang mengalami longsor tersebut.
"Mohon maaf bapak dan ibu sekalian, kami terpaksa menghentikan perjalanannya dan meminta untuk segera berputar arah karena telah terjadi longsor yang telah memakan sebagian badan jalan," ujar Arsan kepada para kru dan penumpang bus yang dihentikannya, Minggu 7 Januari 2023.
Arsan memperkirakan, longsor tersebut terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini ditambah intensitas kendaraan besar yang cukup banyak melintas disepanjang Jalan Sersan Bajuri selama libur Natal dan Tahun Baru ini.
"Sebetulnya, Pemda KBB telah memberikan rambu larangan agar bus dan truk besar tidak melintasi ruas jalan tersebut," ucapnya.
Namun, Arsan menyayangkan, larangan tersebut baru dipasang diperbatasan antara Bandung Barat - Kota Bandung di mana para pengemudi sudah terlanjur masuk ke kawasan Parongpong.
"Seharusnya rambu dilarang masuk tersebut dipasang di persimpangan Ledeng - Cihideung, sehingga dapat dipahami lebih baik oleh para kru bus dan truk besar agar tidak melintas di Jalan Sersan Bajuri ini," terangnya.
Oleh karena itu, tegas Arsan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti permasalahan ini dengan pihak Pemkot Bandung serta Pemprov Jabar.
"Ini merupakan salah satu upaya kami dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan bentuk kehadiran pemerintah ditengah masyarakat. Mengingat begitu banyak hal yang harus diurusi seorang Kepala Daerah untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dengan turun langsung ke lapangan," tegasnya.
Arsan menyebut, memerintahkan Kepala Dinas PUTR untu segera melakukan penghitungan dan langkah lebih lanjut agar longsoran tidak meluas.
"Itu sebagai penanganan awal terhadap longsor dan meminimalisir korban jiwa serta korban materil maupun non materil lainnya," sebutnya.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung Barat, Devi Ridwan menambahkan, longsor tersebut akibat intensitas hujan yang tinggi, sehingga aliran sungai di bawah jalan cukup deras dan menggerus bantaran sungai penopang utama jalan. Alhasil, mengakibatkan sebagian badan jalan ambrol.
"Untuk menanggulanginya kami akan melakukan Borpile (TPT Beton) disatu sisi jalan dan memasang bronjong sisi lainnya untuk.menahan badan jalan agar tidak terjadi longsor susulan," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


