Antisipasi Kasus Gagal Ginjal pada Anak, Dinkes Kota Cimahi Tingkatkan Pengawasan Jajanan di Sejumlah Sekolah
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi tengah meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan pemanis buatan yang kerap dipakai pedagang jajanan di sejumlah sekolah di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi tengah meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan pemanis buatan yang kerap dipakai pedagang jajanan di sejumlah sekolah di wilayahnya.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kasus cuci darah yang menimpa anak-anak akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang menggunakan pemanis buatan secara berlebihan.
"Dinkes Cimahi akan menyebarluaskan informasi terkait bahaya atau dampak negatif dari minuman kemasan yang tinggi gula," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cimahi, Dwihadi Isnalini, Kamis 8 Agustus 2024.
Dwihadi menjelaskan penggunaan pemanis buatan atau pemanis yang mengandung fruktosa dapat memberatkan, sehingga dapat memicu gagal ginjal.
Kendati pihaknya belum menemukan adanya kasus gagal ginjal pada anak di Kota Cimahi, namun Dinkes Kota Cimahi bakal terus melakukan pengawasan terhadap jajanan anak di sekolah-sekolah.
"Kami mengimbau kepada masyarakat di Cimahi agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan dan minuman kemasan," katanya.
"Sebab meski sudah lolos BPOM, mengonsumsi makanan atau minuman kemasan tetap berbahaya," ucapnya.
Dwihadi menyebut, sejumlah sekolah di Kota Cimahi juga turut aktif dalam melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman kemasan, terutama yang menggunakan pemanis buatan.
"Sekolah-sekolah di Cimahi, salah satunya SMAN 3 Cimahi yang turut aktif dalam pengawasan makanan yang memakai pemanis buatan," ucapnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Cimahi, Egi Andriansyah Prayoga mengatakan, pihak sekolah secara rutin melakukan pengawasan terhadap minuman yang dijual di kantin.
"Untuk pengawasan di SMAN 3 Cimahi, kita suka mengecek keliling sekolah," kata Egi.
Meskipun ada kebijakan kewirausahaan yang membuat beberapa produk seperti kopi kemasan sulit dilarang, pihak sekolah tetap membatasi penjualan minuman berkarbonasi.
"Untuk minuman manis, siswa di SMAN 3 Cimahi hampir di setiap kelas punya dispenser dengan air mineral," ujarnya.
Selain pihak sekolah, sebut Egi, inisiatif ini juga didukung oleh kesadaran orang tua siswa untuk menyediakan pilihan minuman sehat bagi anak-anak mereka.
"Kami juga selalu mengingatkan pentingnya sarapan dan konsumsi minuman yang baik. Kami lebih menekankan untuk membawa minuman sendiri dari rumah untuk menghindari konsumsi berlebihan," ujarnya. ***
Editor : JakaPermana

