Bantah Data Viral, Dinkes Cimahi Tegaskan Jumlah ODGJ Terlayani Hanya 907 Orang
Dinkes Kota Cimahi membantah jumlah ODGJ di Kota Tentara itu mencapai ribuan sebagaimana yang viral di media sosial
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi angkat bicara terkait informasi yang sempat beredar di media sosial, yang menyebutkan Cimahi menempati urutan kedua dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terbanyak di Jawa Barat, yakni 3.930 orang.
Data yang dipublikasikan akun Jabarstats tersebut dinilai menyimpang jauh dari catatan resmi yang dimiliki pemerintah daerah, sehingga memicu pengecekan ulang dan klarifikasi segera guna menghindari kesalahpahaman di masyarakat.
Kadinkes Kota Cimahi, Mulyati mengatakan, berdasarkan pendataan internal yang akurat dan terperinci, jumlah ODGJ yang tercatat dan mendapatkan pelayanan kesehatan serta pendampingan medis di wilayahnya sejauh ini hanya sebanyak 907 orang.
Ia menjelaskan, seluruh data tersebut memiliki identitas dan alamat yang jelas serta dikelola secara intensif melalui 13 Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Cimahi.
“Kami tidak sebanyak itu. Setelah kami cek dan ricek data yang kami miliki, ternyata jumlah ODGJ yang kami kelola dan layani secara resmi sebanyak 907 orang dengan identitas yang jelas,” kata Mulyati, Kamis (2/7/2026).
Menyusui klarifikasi tersebut, ungkap Mulyati, akun Jabarstats diketahui telah menghapus unggahan lama dan memperbarui daftar 10 besar daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat tahun 2025, di mana nama Kota Cimahi kini tidak lagi masuk dalam daftar tersebut.
Lebih lanjut, sambung dia, data resmi Dinkes justru menunjukkan kinerja yang positif, di mana capaian pelayanan terhadap ODGJ berat telah melampaui target yang ditetapkan.
"Dari sasaran awal sebanyak 874 orang, sebanyak 907 orang atau setara 107 persen telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar, mencakup kasus skizofrenia maupun psikosis akut," ungkapnya.
Editor : Ahmad Sayuti

