Aplikasi Nyari Gawe Buka 2.887 Lowongan Kerja, Cegah Praktik Calo
Aplikasi Nyari Gawe di Jawa Barat menyediakan akses lowongan kerja resmi. Sebanyak 2.887 lowongan dari 23 perusahaan dibuka untuk pencari kerja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN – Aplikasi digital Nyari Gawe yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi salah satu akses bagi masyarakat untuk mencari lowongan kerja melalui jalur resmi. Platform ini diharapkan memudahkan pencari kerja sekaligus mencegah praktik percaloan dan pungutan liar dalam proses rekrutmen.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe untuk memperoleh informasi pekerjaan yang lebih transparan dan dapat diakses tanpa perantara.
"Pemerintah mendorong pemanfaatan aplikasi Nyari Gawe sebagai sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi pekerjaan melalui jalur resmi," kata Tri saat mendampingi Dedi Mulyadi dalam pembukaan bursa kerja daring di Bekasi, Senin.
Menurut Tri, antusiasme pencari kerja terhadap aplikasi Nyari Gawe cukup tinggi meskipun platform tersebut baru beberapa hari diperkenalkan. Hal itu terlihat dari sejumlah lowongan yang jumlah pendaftarnya telah melampaui kapasitas yang tersedia.
Ia berharap keberadaan aplikasi ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jasa calo yang berpotensi merugikan pencari kerja.
"Sekarang sudah tidak ada waktu lagi melalui calo. Beberapa waktu lalu ada warga merasa tertipu, bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga warga dari luar daerah yang masih mengandalkan sistem perekrutan tenaga kerja secara tatap muka," ujarnya.
Nyari Gawe Sediakan Ribuan Lowongan Kerja
Program Nyari Gawe turut diperkuat melalui penyelenggaraan bursa kerja daring yang berpindah lokasi setiap pekan ke berbagai kawasan industri dan perusahaan di Jawa Barat.
Dalam pelaksanaan pekan ini, tercatat sebanyak 2.887 lowongan kerja dari 23 perusahaan dengan 68 jenis jabatan. Kesempatan kerja tersebut mencakup penempatan di dalam negeri maupun luar negeri.
Bursa kerja daring ini memasuki edisi keenam dan telah diselenggarakan di enam kabupaten/kota di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong perusahaan untuk aktif mengunggah informasi lowongan pekerjaan ke aplikasi Nyari Gawe. Dengan demikian, pencari kerja dapat mengakses informasi dan mengikuti proses rekrutmen melalui platform resmi tanpa harus menggunakan perantara.
Selain membuka kesempatan kerja, pelaksanaan bursa kerja daring juga diarahkan untuk memperkenalkan kawasan industri baru serta daerah yang tengah mengembangkan sektor industri.
Lowongan Terbuka untuk Berbagai Latar Belakang Pendidikan
Aplikasi Nyari Gawe menyasar pencari kerja dengan latar belakang pendidikan beragam, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi.
Rentang usia pencari kerja yang terdata juga bervariasi, termasuk masyarakat berusia hingga 45 tahun. Namun, kesempatan untuk setiap posisi tetap menyesuaikan persyaratan dan kebutuhan perusahaan.
Tri menyebut pemanfaatan aplikasi tersebut menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, terutama di tengah tingkat pengangguran Kota Bekasi yang disebut berada di angka tujuh persen.
Pemerintah berharap akses informasi lowongan kerja yang lebih luas dapat membantu masyarakat menemukan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi masing-masing.
Pencari Kerja Luar Negeri Diimbau Periksa Legalitas Penempatan
Selain lowongan kerja dalam negeri, Nyari Gawe juga memberikan akses informasi mengenai kesempatan bekerja di luar negeri melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Tri mengingatkan pentingnya perlindungan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Pencari kerja diharapkan memeriksa legalitas perusahaan penempatan serta memastikan tawaran pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menyebut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat secara berkala memublikasikan informasi lowongan dari mitra P3MI melalui media sosial resmi.
Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh informasi yang mudah diakses sekaligus memeriksa legalitas penempatan sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
Jumlah Lowongan Kerja Berubah Sesuai Kebutuhan Perusahaan
Pemprov Jawa Barat menyatakan jumlah lowongan yang tersedia dalam bursa kerja daring cenderung meningkat, meskipun besarannya bergantung pada aktivitas rekrutmen perusahaan dan pelaksanaan kegiatan di setiap daerah.
Sebagai contoh, Kabupaten Karawang sebelumnya menggelar bursa kerja dengan menyediakan 1.400 lowongan pekerjaan. Sepekan kemudian, bursa kerja daring tingkat provinsi kembali dilaksanakan dengan menyediakan 844 lowongan.
Pemprov Jawa Barat akan terus mendorong perusahaan untuk memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe dan memasukkan informasi lowongan secara langsung ke dalam platform.
Partisipasi aktif perusahaan dinilai penting agar informasi kesempatan kerja dapat tersebar lebih luas, menjangkau lebih banyak pencari kerja, serta mendukung proses rekrutmen yang transparan dan mengurangi risiko penipuan.***
Editor : JakaPermana
