Investasi Industri Jawa Barat Meningkat, Dedi Mulyadi Ingatkan Lahan Sawah
Investasi industri Jawa Barat mencapai Rp15,45 triliun hingga Juni 2026 dan menyerap 48.593 tenaga kerja. Dedi Mulyadi ingatkan sawah produktif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Gelombang investasi industri di Jawa Barat terus menunjukkan peningkatan. Pembangunan kawasan industri dan pabrik baru dinilai membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja, namun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan lahan pertanian produktif.
Pesan tersebut disampaikan Dedi saat meninjau pembangunan kawasan industri Surya Cipta di Kabupaten Karawang, Kamis (13/8/2026). Dalam kunjungannya, Dedi melihat langsung perkembangan pembangunan kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Barat.
"Area kawasan Surya Cipta masih dibangun. Nanti ada ratusan pabrik yang berdiri di sini," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (13/8/2026).
Menurut Dedi, peningkatan investasi di Jawa Barat tidak hanya terlihat dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari bertambahnya industri yang mulai beroperasi dan menyerap tenaga kerja.
"Saat ini kami melihat investasi di Jawa Barat meningkat. Industri banyak berdiri dan menyerap ribuan tenaga kerja, salah satunya di kawasan Surya Cipta," katanya.
Industri Otomotif Jadi Salah Satu Penggerak Investasi
Dedi menyebut sektor otomotif menjadi salah satu industri yang berkembang pesat di kawasan Surya Cipta. Kehadiran industri baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Untuk mendukung proses rekrutmen tenaga kerja, Pemprov Jawa Barat juga terus mengoptimalkan aplikasi Nyari Gawe sebagai platform yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
"Rekrutmen melalui aplikasi Nyari Gawe meningkat," ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat hingga Juni 2026, terdapat 16 perusahaan yang telah memasuki tahap produksi sepanjang tahun ini.
Total investasi yang direalisasikan mencapai Rp15,45 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 48.593 orang.
Subang Jadi Penyumbang Investasi Terbesar
Kabupaten Subang menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar. Empat perusahaan yang telah beroperasi di wilayah tersebut, yakni PT BYD Auto Indonesia, PT VinFast Automobile Indonesia, TKG Taekwang Indonesia, dan Sanwa Musen Indonesia, mencatatkan total investasi hingga Rp13,24 triliun.
Investasi tersebut diproyeksikan menyerap 34.708 tenaga kerja.
Sementara itu, Kabupaten Garut mencatat investasi sebesar Rp933 miliar melalui PT Ultimate Noble Indonesia dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 3.755 orang.
Di Kabupaten Purwakarta, lima perusahaan menanamkan modal sebesar Rp666,5 miliar dan membuka 1.133 lapangan pekerjaan.
Karawang juga mendapat tambahan investasi melalui pembangunan Pabrik NPK Nitrat PT Pupuk Kujang senilai Rp100 miliar, yang menyerap 35 tenaga kerja.
Investasi baru juga tercatat di Indramayu, Majalengka, Sumedang, dan Cirebon melalui sejumlah perusahaan yang telah memasuki tahap produksi dan mulai melakukan perekrutan pekerja.
PMA Masih Mendominasi investasi Jawa Barat
Berdasarkan komposisinya, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp13,75 triliun.
Investasi tersebut menyerap sekitar 39.697 tenaga kerja.
Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp1,70 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.516 orang.
"Nanti kami paparkan industri-industri yang akan berdiri di Jawa Barat yang bisa menyerap banyak tenaga kerja," ujar Dedi.
Pengangguran Jawa Barat Diklaim Menurun
Dedi mengatakan peningkatan investasi mulai memberikan dampak terhadap sejumlah indikator ekonomi Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat turun sekitar 0,1 persen, atau berkurang sebanyak 17.211 orang.
"Lalu laju pertumbuhan ekonomi di daerah itu meningkat 0,79 persen dari 5,00 menjadi 5,79 persen," katanya.
Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa percepatan investasi harus tetap berjalan seimbang dengan perlindungan sektor pertanian.
Menurutnya, ekspansi kawasan industri jangan sampai menghilangkan sawah produktif yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan.
Dedi Mulyadi: Investasi Harus Sejalan dengan Ketahanan Pangan
Dedi ingin pertumbuhan industri di Jawa Barat memberikan manfaat ekonomi yang besar tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Karena itu, pembangunan kawasan industri perlu dilakukan secara terukur dengan tetap mempertahankan lahan pertanian produktif.
Dengan derasnya investasi yang masuk, Jawa Barat kini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, perlindungan lahan pertanian, dan ketahanan pangan.***
Editor : JakaPermana


