Ketika Cucurella Membungkam Yamal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Bsafaat
LAMINE Yamal sempat melontarkan psywar kepada Marc Cucurella sebelum El Clasico. Namun, ketika keduanya akhirnya berhadapan di lapangan, bintang muda Barcelona itu justru harus menelan kenyataan pahit.
Bukan Cucurella yang kewalahan, melainkan Yamal yang kesulitan menunjukkan permainan terbaiknya.
Semua bermula dari komentar pedas Yamal setelah Cucurella bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2026. Dengan penuh percaya diri, winger Barcelona itu bahkan membayangkan rekan setimnya di Timnas Spanyol tersebut bakal kesulitan menghadapi dirinya.
“Aku bilang kalau dia bakal main di laga Clasico perdana dan jadi pemain cadangan dalam pertemuan berikutnya, sebab aku akan menerkamnya hidup-hidup saat duel pertama,” kata Yamal soal Cucurella kepada Tiempo de Juego.
Ucapan itu membuat pertemuan keduanya di El Clasico semakin menarik untuk dinantikan. Publik pun punya alasan untuk menunggu: apakah Yamal benar-benar mampu membuktikan ucapannya, atau justru Cucurella yang akan memberikan jawaban di atas lapangan? Jawabannya datang pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB, ketika Barcelona menjamu Real Madrid di Spotify Camp Nou.
Di hadapan pendukung sendiri, Yamal diharapkan menjadi salah satu pembeda bagi Blaugrana. Namun, malam itu berjalan jauh dari harapannya.
Cucurella tampil disiplin dan tak memberi banyak ruang bagi Yamal untuk berkembang. Setiap kali mencoba mencari celah, pemain berusia 19 tahun itu kesulitan menemukan jalan untuk mengancam pertahanan Los Blancos.
Ancaman yang sebelumnya dilontarkan lewat katakata tak berbanding lurus dengan penampilannya di lapangan.
Sepanjang pertandingan, Yamal bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran maupun menciptakan peluang.
Sebaliknya, Cucurella menunjukkan betapa seriusnya ia menanggapi duel tersebut. Bek Real Madrid itu membukukan tiga tekel, tiga intersep, lima sapuan, dan satu blok.
Statistik itu menjadi gambaran bagaimana Cucurella bukan sekadar bertahan, melainkan juga mampu meredam salah satu senjata utama Barcelona. Ia membuat Yamal kesulitan menemukan ritme permainan hingga peluit akhir berbunyi.
Penderitaan Barcelona pun semakin lengkap. Bermain di kandang sendiri, mereka harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 1-2. Dua gol Kylian Mbappe menjadi pembeda, sementara Raphinha hanya mampu menyumbangkan satu gol untuk Barcelona.
Di tengah kemenangan penting tersebut, penampilan Cucurella mendapat perhatian khusus dari pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Pelatih berjuluk The Special One itu tak ragu memberikan pujian kepada sang bek atas keberhasilannya mengawal Yamal.
“Dia telah melakukan pekerjaan yang hebat. Saya selalu bilang saya hanya memahami seberapa bagus pemain ketika saya melihat mereka di depan saya. Di televisi, saya melewatkan sesuatu. Dari jarak sepuluh meter, saya memahami kualitas para pemain,” kata Mourinho, dikutip dari Marca.
Mourinho juga mengakui bahwa tugas Cucurella sama sekali tidak mudah.
Menurutnya, Yamal merupakan pemain berkualitas yang punya kecerdasan dan beragam cara untuk merepotkan lawan.
“Dia sangat bagus (Lamine Yamal), sangat sulit untuk dihadapi, dan selain bagus, dia juga cerdas. Dia mencoba segalanya. Ini adalah pertandingan tersulit yang pernah dihadapi Cucu melawan pemain yang sangat bagus,” ujarnya.
Bagi Cucurella, kemenangan ini menjadi jawaban yang tak perlu disampaikan lewat perang kata-kata. Ia membuktikan kualitasnya ketika berhadapan langsung dengan pemain yang sebelumnya sesumbar bakal menerkamnya hidup-hidup.
Sementara itu, bagi Yamal, El Clasico kali ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan diri sebelum pertandingan harus dibuktikan di atas lapangan. Ia datang dengan ambisi besar dan ucapan berani, tetapi justru pulang tanpa mampu memberikan ancaman berarti. (bsf )
Editor : Inilahkoran
