Jendela Dunia Anak Pesisir
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Tanah Laut - Bagi anak-anak di Desa Batakan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, membaca bukan sekadar kegiatan mengeja kata demi kata. Kebiasaan itu menjadi pintu untuk mengenal dunia lebih luas, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus membangun karakter sejak usia dini.
Dikutip dari ANTARA, 200 siswa sekolah dasar dari Desa Batakan dan Tanjung Dewa mengikuti kegiatan literasi bertajuk Ayo Membaca yang digelar Komunitas Jendela Dunia Kita di Kecamatan Panyipatan. Siswa kelas I hingga kelas VI diajak membangun kebiasaan belajar melalui kegiatan literasi interaktif.
Pendiri sekaligus Pembina Jendela Dunia Kita, Rustini Murtadho Muhaimin Iskandar, mengatakan kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini. Bekal pengetahuan yang luas diharapkan membantu anak-anak lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Namun, menurut Rustini, membentuk generasi unggul tidak cukup hanya dengan memperkaya pengetahuan. Anak-anak juga perlu dibiasakan menjalani rutinitas positif yang mendukung kesehatan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.
Rustini mengajak mereka menjadikan membaca sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. Kebiasaan itu perlu berjalan beriringan dengan beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, bermasyarakat, bangun pagi, dan tidur lebih awal.
Pesan tersebut sejalan dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menekankan pentingnya rutinitas positif dalam membangun karakter anak. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh lebih sehat dan mandiri.
Perhatian terhadap tumbuh kembang anak juga mencakup asupan makanan. Rustini mendorong anak-anak di wilayah pesisir mengonsumsi makanan bergizi, seperti tempe, tahu, telur, dan ikan, untuk menunjang pertumbuhan serta menjaga kesehatan selama belajar.
Upaya menumbuhkan budaya literasi pun membutuhkan dukungan banyak pihak. Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli hadir bersama jajaran pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut. (gin)
Editor : Inilahkoran
