Barcelona 1-2 REAL Madrid: Jiwa Menyala
REAL Madrid mengalahkan Barcelona tak sekadar untuk memangkas jarak di papan klasemen. Mereka memberi penegasan tentang perlawanan yang takkan pernah surut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Bsafaat
Peluit panjang baru saja ditiup oleh wasit Juan Martínez Munuera di Spotify Camp Nou, Senin (26/10) dini hari WIB. Papan skor digital menunjukkan angka 1-2 untuk kemenangan Real Madrid atas rival abadi mereka, Barcelona.
Di pinggir lapangan, seorang pria berusia 63 tahun dengan rambut yang kian memutih melakukan aksi knee slide yang emosional di atas rumput. Ini sebuah selebrasi ikonik yang memutar kembali memori 14 tahun silam.
Jose Mourinho telah kembali, dan bersamanya, drama serta jiwa petarung sejati Los Blancos kembali hidup.
El Clasico kali ini bukan terletak pada dua gol magis Kylian Mbappe, bukan pula pada taktik genius memasukkan Eduardo Camavinga yang mengubah arah permainan. Cerita paling menyentuh justru tertulis di ruang konferensi pers yang dingin, beberapa menit setelah pesta di lapangan mereda.
Ketika belasan kamera dan mikrofon pemburu berita bersiap mencecar Mourinho dengan pertanyaan tentang kehebatan taktiknya atau peluang juara La Liga, pelatih berjuluk The Special One itu justru mengambil kendali narasi dengan cara yang sangat personal.
"Tidak satu pun dari kalian yang bertanya tentang Lunin? Saya yakin kalian pasti akan bertanya jika kita kalah," ketus Mourinho di hadapan para wartawan.
Malam itu, Andriy Lunin memikul beban yang hampir mustahil. Ia harus berdiri di bawah mistar gawang dalam laga paling bertekanan tinggi di dunia, menggantikan Thibaut Courtois yang mendadak tumbang karena flu.
Publik Madrid sempat diselimuti kecemasan, namun di balik layar, Mourinho melakukan apa yang paling baik ia lakukan: membangun benteng mental bagi pemainnya.
Mourinho mengungkapkan bisikan personalnya kepada penjaga gawang asal Ukraina itu sebelum laga dimulai: "Satu-satunya yang saya katakan kepada Lunin adalah: 'Kamu berlatih untuk bermain, bukan untuk duduk di bangku cadangan.' Dia luar biasa.".
Ucapan sederhana namun sarat kepercayaan itu dibayar tuntas oleh Lunin dengan penampilan heroik di lapangan. Namun yang menjadikannya sebuah kisah manusiawi adalah bagaimana Mourinho langsung pasang badan pasca-pertandingan.
Ia menolak membiarkan media mengabaikan kerja keras seorang pemain pelapis yang selama ini sunyi di bangku cadangan. Ia menjadi tameng pelindung agar anak asuhnya mendapat panggung apresiasi yang layak.
Jiwa yang Menolak Jemawa Bagi banyak orang, mematahkan rekor start sempurna Barcelona di Camp Nou adalah alasan kuat untuk berpesta. Namun bagi Mourinho, kemenangan ini hanyalah satu anak tangga dari sebuah misi spiritual yang lebih besar.
Di dalam ruang ganti yang dipenuhi euforia, ia meredam ego para bintang mudanya. "Ini adalah kemenangan yang luar biasa, tetapi saat kami kembali berlatih, saya tidak akan membiarkan siapa pun merasa jemawa," tegasnya.
Mourinho menolak romantisasi kemenangan sesaat di markas musuh. Baginya, kehormatan Real Madrid tidak diukur dari sekadar memenangi satu laga El Clasico, melainkan dari trofi yang diangkat di akhir musim.
"Jika kita menang hari ini tetapi kalah di laga tandang akhir pekan depan, Real Madrid tidak bermain untuk menang di Camp Nou, melainkan untuk menjuarai liga. Kita harus terus melangkah," tambahnya.
Di balik kemarahan khasnya malam itu terhadap kinerja VAR yang ia sebut "tertidur", publik melihat sisi lain dari Jose Mourinho dalam periode keduanya di Madrid. Ia bukan lagi sekadar pelatih yang mencari musuh di setiap sudut lapangan.
Ia adalah seorang mentor matang yang tahu persis kapan harus meledak demi melindungi timnya, kapan harus memeluk pemain yang cedera seperti Federico Valverde yang memaksakan diri terus bermain, dan kapan harus menuntut kesempurnaan. (bsf)
BARCELONA 1-2 REAL MADRID Kylian Mbappe/Man of the Match Menit Main: 90 Gol: 2 Shots: 3 On Goal: 2 Umpan Kunci: 2 Akurasi Umpan: 83,3% Sentuh Bola: 36
DATA FAKTA Waktu: Senin (26/10) ; Kick Off Pukul 03.00 WIB Tempat: Stadion Camp Nou Wasit: J Martinez Man of the Match: Kylian Mbappe Pencetak Gol: Barcelona (Raphinha 61') ; Real Madrid (Mbappe 41', 87') Kartu Kuning: Barcelona (Balde, Adeyemi, Gordon) ; Madrid (Tchouameni, Huijsen, Mbappe) Kartu Merah: -
SUSUNAN PEMAIN Barcelona: Joan Garcia; Espart (Balde 30'), Cubarsi, Gerard Martin, Cancelo; Rodri, Pedri, Fermin Lopez (De Jong 74'); Lamine Yamal, Gordon (Adeyemi 86'), Raphinha (Jesus 86').
Real Madrid: Lunin; Valverde (Dumfries 62'), Konate, Huijsen, Cucurella; Tchouameni, Bernardo Silva (Camavinga 80'), Bellingham; Diomande, Arda Guler, Mbappe.
Editor : Inilahkoran
