Asik Nih... Rencana Pembangunan Stasiun Kereta Cepat di Kopo Bandung Tengah Dikaji
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), dan lembaga terkait mengkaji peluang pembangunan Stasiun Kereta Cepat di Kopo, Bandung, Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jakarta-Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), dan lembaga terkait mengkaji peluang pembangunan stasiun kereta cepat di kopo, Bandung, Jawa Barat.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Moeldoko menyampaikan bahwa Kereta Cepat Whoosh Rute Jakarta-Bandung memang semestinya berhenti di Bandung.
Saat ini kereta itu bertolak dari Stasiun Halim Jakarta melalui Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan berakhir di Stasiun Tegalluar, Jawa Barat.
“Pilihan ini silakan ditangkap, tentunya wewenang ini ada di KCIC. Karena ini Kereta Cepat Jakarta-Bandung, ya harusnya berhenti benar-benar di Bandung,” ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu 29 November 2023.
Turut hadir dalam pertemuan itu perwakilan PT Kereta Api Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Kementerian Perhubungan.
Moeldoko menyampaikan mengenai konektivitas upaya peningkatan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan yang akan didapat penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Salah satunya soal ketersediaan kursi di kereta pengumpan atau feeder.
"Pentingkan untuk kenyamanan penumpang agar tidak berhenti hanya di Stasiun Padalarang serta Tegalluar,” ujarnya.
Moeldoko menyampaikan bahwa KSP akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam mengkaji kemungkinan penambahan stasiun kereta cepat.
"Jika pembangunan tersebut akan dilakukan tentu harus memperhatikan dampak positif terhadap masyarakat. Silakan dipersiapkan kajiannya,” jelas Moeldoko.
Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menerangkan bahwa usulan pengembangan stasiun kereta cepat di daerah Kopo sudah menjadi pertimbangan.
Namun dia menyampaikan bahwa hal itu belum dapat dilaksanakan terkait dengan keterbatasan pendanaan serta izin penggunaan lahan di daerah tersebut.
"Terdapat lahan sekitar 30 hektare di Kopo dan itu memungkinkan (dibangun stasiun), tetapi KCIC belum ada dana untuk itu,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Plt. Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Rifky Setiawan menyebutkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai pembangunan stasiun di Kopo.
Saat ini, fokus pendanaan dilakukan terhadap 4 stasiun yang sudah beroperasi, yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
“Kalau nanti dibutuhkan 1 stasiun lagi, kami akan menyoroti dari sisi pendanaan,” ungkapnya.
Saat ini, terdapat 4 stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. KCIC telah bekerja sama dengan berbagai operator untuk menghadirkan integrasi antarmoda.
Di Stasiun Halim terdapat LRT Jabodebek, Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta, Transjakarta, dan layanan khusus taksi konvensional.
Adapun untuk Stasiun Padalarang terdapat kereta pengumpan untuk penumpang menuju Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung, serta terdapat Kereta Commuter Line Bandung Raya dan Commuter Line Garut yang dapat diakses langsung oleh penumpang kereta Whoosh di Stasiun Padalarang.
Sementara untuk Stasiun Tegalluar akses penumpang dimudahkan melalui pembukaan exit Tol KM 149 dan Jembatan Cibiru Baru untuk menuju Stasiun Tegalluar dan terdapat layanan Damri.***
Editor : JakaPermana

