ASN Dituntut Selalu Siaga

Bagi sebagian orang, jam kerja berakhir ketika sore tiba. Namun bagi aparatur yang bertugas melayani sebuah kota, pekerjaan sering kali baru dimulai

ASN Dituntut  Selalu Siaga
ASN SIAGA: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan keterangan mengenai disiplin dan kesiapsiagaan ASN.

Oleh: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Bagi sebagian orang, jam kerja berakhir ketika sore tiba. Namun bagi aparatur yang bertugas melayani sebuah kota, pekerjaan sering kali baru dimulai ketika malam turun.

Itulah pesan yang disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Menurutnya, pelayanan publik tidak mengenal batas waktu. Persoalan kota bisa muncul kapan saja, sehingga aparatur dituntut selalu siap menjalankan tugas. "Kota Bandung memang tidak bisa santai," kata Farhan, Senin (20/7). 

Dia bercerita, setelah sejumlah agenda besar seperti peringatan Konferensi Asia Afrika, masa liburan, hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan relatif lancar, tantangan baru kembali datang.

Kali ini, perhatian pemerintah tertuju pada maraknya pemberitaan mengenai aksi begal. Situasi seperti itulah yang membuat ritme kerja aparatur tidak pernah benar-benar berhenti.

Farhan mengakui, ada ASN yang menyampaikan keluhan karena harus bekerja di luar jam kantor. Keluhan itu muncul melalui media sosial maupun grup komunikasi internal. Namun baginya, menjadi pelayan masyarakat berarti siap hadir ketika masyarakat membutuhkan.

"Jangan mengeluh. Kita harus sama-sama menjalankan tugas," ujarnya.

Farhan mencontohkan, aksi kriminalitas tidak pernah memilih waktu. Begitu pula pohon tumbang akibat cuaca, hingga pengamanan berbagai kegiatan masyarakat yang justru berlangsung pada malam hari atau akhir pekan.

Semua itu, kata dia, membutuhkan kehadiran pemerintah. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tugas seorang aparatur. Selain soal kesiapan bekerja, Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin.

Dia mengaku sempat menegur seorang ASN yang menerima panggilan telepon saat apel sedang berlangsung. Teguran diberikan secara langsung di dalam ruangan agar menjadi pengingat tanpa mempermalukan yang bersangkutan di depan peserta apel.

"Sebenarnya saya tidak suka melakukan hal seperti itu, tetapi saya harus melakukannya," katanya. (gin)


Editor : Inilahkoran