Asrama Santri Dilalap Api

DUA bangunan asrama atau kobong santri di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Kubanghurang, Kabupaten Tasikmalaya, ludes terbakar, Selasa (11/8).

Asrama Santri Dilalap Api
TERBAKAR: Dua bangunan asrama atau kobong santri di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Kubanghurang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (11/8). Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ketika para santri sedang mengikuti kegiatan belajar.

Oleh : Nunung Nurohman

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ketika para santri sedang mengikuti kegiatan belajar. Seorang santri yang sedang sakit dan beristirahat di dalam asrama menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Seksi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Fajri Adi Nugraha, mengatakan korban mengalami luka setelah berusaha menyelamatkan diri ketika mengetahui kobong tempatnya beristirahat terbakar.

“Korban jiwa tidak ada, korban luka ada satu orang karena yang bersangkutan sedang sakit, sedang tidur dan langsung loncat ke kolam,” kata Fajri.

Menurutnya, api menghanguskan dua bangunan asrama hingga tidak menyisakan barang-barang milik para santri. Pakaian, Al-Qur’an, kitab-kitab pembelajaran, hingga perlengkapan pribadi santri turut terbakar.

“Dia asrama dilalap si jago merah, sampai habis, tidak menyisakan barang-barang santri,” ujarnya.

Fajri menjelaskan, saat kebakaran terjadi, sebagian besar santri sedang berada di sekolah untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut membuat sebagian besar santri tidak berada di dalam kobong ketika api membesar.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara korban luka telah mendapatkan penanganan setelah berhasil menyelamatkan diri dari kobong yang terbakar.

Pascakebakaran, aparat setempat melakukan penanganan dan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Sementara penyebab kebakaran masih dalam penanganan pihak terkait. Adapun total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.

Fajri mengatakan, pihaknya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, para santri yang kehilangan tempat tinggal sementara dipindahkan dan menempati salah satu ruang kelas di lingkungan pesantren.

“Kami dari Kementerian Agama sedang memastikan proses pembelajaran. Yang tinggal di asrama sementara dipindahkan ke tempat pembelajaran untuk sementara,” kata Fajri.

Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya juga berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri yang terdampak kebakaran.

Bantuan yang dibutuhkan antara lain pakaian layak pakai, Al-Qur’an, kitab-kitab yang digunakan dalam pembelajaran, serta perlengkapan pribadi santri.

Fajri mengajak masyarakat, khususnya umat Muslim dan warga Tasikmalaya, untuk turut membantu para santri yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang mereka akibat kebakaran.

“Kami mengajak warga Muslim dan seluruh warga Tasikmalaya untuk dapat membantu, terutama para santri yang sedang menimba ilmu di Pesantren Nurul Huda. Mereka membutuhkan sarana dan fasilitas, pakaian layak pakai, juga sarana perbaikan kobong yang habis dilalap si jago merah,” ujarnya.

Saat ini, para santri masih menempati ruang kelas untuk sementara waktu sambil menunggu bantuan dan proses perbaikan dua bangunan asrama yang terbakar. (bsf)


Editor : Inilahkoran