Atep Sayangkan Hujatan Netizen Imbas Gagalnya Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
Mantan pemain Persib Bandung Atep sayangkan hujatan netizen di media sosial kepada beberapa pemain Timnas Indonesia imbas gagalnya lolos ke Piala Dunia 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Mantan pemain Persib Bandung Atep sayangkan hujatan netizen di media sosial kepada beberapa pemain Timnas Indonesia imbas gagalnya lolos ke Piala Dunia 2026.
Atep menilai seharusnya hujatan itu tidak perlu dilakukan. Sebab dia yakin para pemain ingin memberikan penampilan yang maksimal untuk Timnas Indonesia.
“Saya yakin semua pemain juga ingin memberikan totalitas untuk timnya ketika dikasih kepercayaan. Jadi janganlah sampai menghujat karena ini akan mengganggu secara psikologis,” ujar Atep.
Atep pun cukup terheran-heran lantaran hujatan itu dilontarkan kepada beberapa pemain saja. Padahal sepak bola dimainkan secara tim.
“Jadi menurut saya kalaupun netizen meluapkan kekesalannya jangan sampai meluapkannya itu dengan hujatan lah. Kalaupun memang mau memberikan sebuah masukan, evaluasi itu yang positif harusnya. Karena ini kita untuk tim nasional. Kalau ada satu dua orang pemain yang kena hujat itu akan mempengaruhi secara mental itu,” tegasnya.
Atep yang juga pernah berseragam Persija Jakarta ini tak menampik merasakan kekecewaannya atas gagalnya Timnas Indonesia untuk bisa tampil di Piala Dunia 2026.
Kegagalan itu terjadi setelah Timnas Indonesia mengalami dua kekalahan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Masing-masing 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak.
“Ya tentu kita semua kecewa lah ya. Harapan ataupun impian dari seluruh masyarakat Indonesia ini Timnas kita bisa berlaga di Piala Dunia. Tapi kenyataannya kita tahu bahwa ternyata mungkin belum saatnya untuk saat ini,” tuturnya.
Atep berharap kegagalan ini menjadi bahan evaluasi bagi Timnas Indonesia termasuk PSSI. Sehingga ke depan Indonesia bisa lebih maksimal dalam setiap pertandingan yang dihadapi.
“Ada banyak hal yang perlu diperbaiki ketika kita berhadapan dengan Arab Saudi. Kan terlihat ada gap-gap lah dan ini menjadi bahan evaluasi. Sehingga ini menjadi modal tentunya untuk di 2030 nanti lah. Sehingga Indonesia bisa lebih siap,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


