Atlet Rugbi Kritis Akibat Pecah Usus Akhirnya Dirawat Intensif
Atlet rugbi asal Garut yang kritis akibat pecah usus akhirnya bisa dirawat setelah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi turun tangan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung menangani kasus Siti Nur Rahayu, atlet rugbi putri Jawa Barat asal Kabupaten Garut, yang mengalami kondisi kritis akibat pecah usus dan sempat luput dari perhatian pemerintah daerah setempat.
Siti (22), atlet rugbi yang pernah memperkuat kontingen Jawa Barat pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, dilaporkan telah dua bulan terakhir terbaring lemah tanpa penanganan medis yang memadai. Kondisinya baru mendapat respons serius setelah informasi tersebut sampai ke Dedi Mulyadi.
Begitu menerima laporan, Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan Jabar untuk bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, Siti sang atlet rubi segera dirujuk dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Welas Asih Bandung.
Dalam unggahan di media sosialnya, Dedi mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi kritis atlet tersebut justru tidak berasal dari pemerintah daerah setempat.
"Pemprov Jabar akan turun untuk membawa ke rumah sakit, mohon maaf kami baru tahu peristiwa ini tidak dari pemerintah setempat," ujar Dedi, dikutip Jumat 6 Februari 2026.
Dia memastikan, penanganan medis terhadap Siti sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menyebut Siti telah dirujuk ke RSUD Welas Asih Bandung untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
"Teh Siti Rahayu asal Garut yang mengalami pecah usus sudah kami tangani dan kini menjalani perawatan di RSUD Welas Asih," ucapnya.
Peristiwa ini kata Dedi, harus sebagai pengingat bahwa negara tidak boleh abai terhadap warganya, terutama mereka yang sakit, tak berdaya, dan terkendala biaya maupun akses layanan kesehatan.
"Selanjutnya bagi siapapun yang sakit dan tidak bisa diobati dan tidak punya kemampuan untuk berobat silahkan datang ke balai pengaduan Lembur Pakuan atau Bale Pananggeuhan Gedung Sate," katanya.
Dedi menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh warga yang membutuhkan pertolongan medis.
"Kami terbuka melayani seluruh warga Jabar yang mengalami kesulitan akibat penyakit dan tidak memiliki akses ke layanan kesehatan," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

