Aura Kasih Pernah Tegaskan Pelakor Tak Bisa Dinilai Hitam-Putih, Intensi Jadi Kunci
Aura Kasih menekankan bahwa niat dan perasaan menjadi faktor penting dalam menilai sebuah hubungan terlarang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Isu kedekatan Aura Kasih dengan Ridwan Kamil membuat publik kembali menyoroti pandangan sang penyanyi tentang stigma pelakor.
Dalam pernyataan lamanya, Aura Kasih menekankan bahwa niat dan perasaan menjadi faktor penting dalam menilai sebuah hubungan terlarang.
Dalam podcast yang tayang pada 2021, Aura Kasih menyampaikan bahwa perempuan yang terlibat dengan pria beristri tidak selalu bisa diposisikan sebagai pihak yang sepenuhnya salah.
Ia menegaskan bahwa kesalahan menjadi mutlak ketika hubungan tersebut didasari oleh motif materi semata.
“Kalau intensinya cuma duit, itu salah banget,” tegas Aura Kasih.
Namun, Aura menilai persoalan menjadi jauh lebih kompleks saat perasaan cinta ikut terlibat. Menurutnya, perasaan tidak selalu bisa dikontrol oleh logika manusia.
“Manusia dikasih perasaan dan akal, jadi kadang mengalir saja,” ungkapnya.
Lebih jauh, Aura Kasih juga menyinggung sikap perempuan dalam hubungan terlarang terhadap istri sah. Ia menilai, hubungan tersebut akan semakin bermasalah jika sampai merusak rumah tangga orang lain.
“Kalau sampai bikin si cowok berubah ke istrinya, itu lebih salah lagi,” katanya.
Aura menambahkan, sangat jarang ada perempuan dalam posisi tersebut yang benar-benar masih memikirkan keluarga pria yang bersamanya. Menurutnya, jika hal itu terjadi, besar kemungkinan hubungan tersebut sudah dilandasi perasaan cinta yang mendalam.
Pernyataan lama ini kembali menjadi bahan diskusi publik, terutama di tengah isu personal yang kini menyeret nama Aura Kasih. Meski menuai beragam interpretasi, pandangannya menunjukkan bahwa ia melihat persoalan tersebut tidak secara hitam-putih.
Editor : Firda Rachmawati


