Awasi Pembangunan Trase Batutulis: Proyek Tuntas Aman Melintas

PEMBANGUNAN trase Batutulis memasuki tahap penting. Pengawasan pun diperketat agar proyek berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Awasi Pembangunan Trase Batutulis: Proyek Tuntas Aman Melintas
AWASI PROYEK: Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono bersama Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata saat meninjau pembangunan trase baru Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (19/7) sore. Peninjauan dilakukan dalam rangkaian agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026.

Oleh: Rizki Mauludi

Suara alat berat di lereng Batutulis, masih terdengar bersahutan. Truk pengangkut material datang silih berganti, sementara para pekerja terus merangkai badan jalan yang kelak menjadi jalur baru penghubung kawasan selatan Kota Bogor.

Pembangunan trase baru Batutulis masih terus berjalan. Di balik proyek tersebut, ada harapan agar akses yang sempat terputus akibat longsor pada 2025 dapat kembali menghubungkan aktivitas warga dengan lebih aman.

Harapan itu pula yang membawa Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono bersama Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata meninjau langsung lokasi pembangunan, Minggu (19/7). 

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Menurut Ono, pembangunan trase baru Batutulis merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor.

Pemerintah Provinsi membiayai pembangunan fisik melalui APBD, sedangkan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor. "Kami ingin mengetahui progres pembangunan jalan Batutulis," ujarnya.

Berdasarkan laporan Dinas PUPR Kota Bogor, progres pembangunan kini telah mencapai sekitar 22 persen. Namun proyek ini bukan sekadar membangun badan jalan.

Di dalamnya juga terdapat pembangunan sistem drainase, penataan kawasan, taman, hingga Leuweung Batutulis, kawasan penghijauan yang dirancang untuk memperkuat lereng sekaligus mengurangi risiko longsor di masa mendatang.

"Harapannya Oktober nanti selesai, termasuk pembangunan taman dan Leuweung Batutulis agar kawasan ini kembali hijau dan lebih aman," kata Ono.

Sementara itu, Dadang Iskandar Danubrata menegaskan DPRD Kota Bogor akan terus mengawal pelaksanaan proyek hingga selesai.

Menurutnya, yang menjadi perhatian bukan hanya ketepatan waktu, tetapi juga kualitas pekerjaan serta keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Dia mengingatkan pelaksana proyek agar menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara konsisten. Pasalnya, masih ditemukan ceceran material tanah di jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Peringatan tersebut langsung dijawab pihak kontraktor. Penanggung Jawab PT Promix Prima Karya, Hariyono, memastikan berbagai langkah telah dilakukan untuk mencegah material proyek tercecer ke jalan umum.

Setiap truk pengangkut tanah, kata dia, dibersihkan terlebih dahulu sebelum keluar dari area proyek. Selain itu, tim khusus juga disiagakan untuk membersihkan material yang masih tertinggal di badan jalan.

"Intinya jangan sampai material proyek mengganggu masyarakat pengguna jalan," ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran