Bacaan Niat dan Waktu Puasa Pengganti Ramadan
Umat muslim yang batal lantaran uzur syar'i saat puasa Ramadan bisa melakukan puasa pengganti. Lalu bagaimana niat puasa pengganti atau qadha dan waktunya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - puasa Ramadan merupakan puasa yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam yang telah baligh. Dalam kondisi tertentu diperbolehkan tidak puasa, namun harus menggantinya atau mengqhadanya.
Mengqadha atau mengganti puasa Ramadan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i. Seperti sakit atau sedang bepergian jauh (musafir), atau datang bulan bagi kaum hawa.
Sebagai gantinya, umat Islam diwajibkan untuk mengqadha puasa Ramadan pada hari-hari lain.
Bagi umat muslim yang akan mengqadha, penting untuk mengetahui dan memahami lafal niat puasa qadha, cara pelaksanaannya, waktu yang tepat, serta aturan-aturan terkait fidyah dan adab berpuasa.
Seperti puasa-puasa pada umumnya, puasa pengganti atau dalam istilah Arab puasa qadha ada niat yang harus diucapkan sebagai salah satu syarat sahnya puasa pengganti.
niat puasa pengganti atau qadha bisa dilafalkan secara lisan ataupun dalam hati.
Adapun niat puasa pengganti atau qadha Ramadan, yakni " Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala. Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.
Waktu niat puasa pengganti Ramadan diucapkan sama seperti puasa lainnya, yakni sebelum terbit fajar (waktu imsak). puasa pengganti qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat tidak bisa dilakukan di siang hari seperti pada puasa sunnah.
Mengganti puasa Ramadan sebaiknya dilakukan sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya. Jika seseorang menunda tanpa uzur hingga datang Ramadan berikutnya, maka ia berdosa dan wajib mengganti puasa atau membayar fidyah sebagaiman pendapat sebagian besar ulama.
Sumber : Baznasjabar
Editor : Ahmad Sayuti

