Bandung Masuk 12 Besar Kota Termacet di Dunia, Pemprov Jabar Optimalkan Angkutan Massal

Kota Bandung masuk dalam 12 besar kota termacet di dunia, hasil data yang dirilis TomTom Traffic Index 2024.

Bandung Masuk 12 Besar Kota Termacet di Dunia, Pemprov Jabar Optimalkan Angkutan Massal
Dimana dari 500 kota termacet di dunia, dari 62 negara di enam benua, Kota Bandung menempati posisi 12 berdasarkan waktu tempuh rata-rata dan tingkat kemacetan. (ilustrasi)

INILAHKORAN, Bandung - Kota Bandung masuk dalam 12 besar kota termacet di dunia, hasil data yang dirilis TomTom Traffic Index 2024.

Dimana dari 500 kota termacet di dunia, dari 62 negara di enam benua, Kota Bandung menempati posisi 12 berdasarkan waktu tempuh rata-rata dan tingkat kemacetan.

Dimana kota termacet di dunia ditempati Barranquilla (Kolombia), Kolkata (India), Bengaluru (India), Pune (India), London (Inggris), Kyoto (Jepang), Lima (Peru), Davao City (Filipina), Trujillo (Peru), Dublin (Irlandia), Kumamoto (Jepang) dan Bandung (Indonesia).

Merespon ini, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan hal tersebut bukanlah prestasi yang membanggakan.

Persoalan ini lanjut Dhani, tengah diupayakan untuk diantisipasi dengan melibatkan pemerintah pusat, provinsi dan kota, salah satunya dengan membangun angkutan massal.

"Salah satunya bus Metro Jabar Trans. Nah ini dari sisi kapasitas juga akan kita coba tambah tingkat kenyamanannya," ujar Dhani, Kamis 19 Juni 2025.

Selain itu, untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi menggunakan transportasi massal, telah hadir kartu multi trip.

"Ke depan yang menggunakan kereta, bis, bahkan pembayaran lainnya, parkir juga terintegrasi dalam satu kali pembayaran," ucapnya.

Sementara mengenai transportasi kereta, guna mengurangi kemacetan. Pihaknya kata Dhani, tengah melobi pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas menjadi kereta listrik.

Sebab menurutnya, dengan kereta listrik nanti jarak keberangkatan bisa dipangkas, hanya berkisar 5-10 menit.

"Nah itu salah satu upaya kita ke depannya dan yang pasti adalah di masing-masing stasiun akan terintegrasi layanan dengan bus," kata dia.

"Jadi masyarakat yang menggunakan kereta, akan langsung nyambung dengan bus. Bahkan nanti kita juga berkolaborasi dengan angkutan umum. Termasuk juga perbaikan tata kelola dari angkutan yang ada di kota Bandung," imbuhnya.

Disinggung soal penanganan kemacetan jangka pendek di Kota Bandung, Dhani mengaku pihaknya bersama kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas.

"Nah ini juga lagi coba kita diskusikan atau bahas, dengan Pemerintah Kota Bandung, mungkin beberapa simpang yang menyebabkan kemacetan akan dilakukan rekayasa," ucapnya.

Selain itu, masalah kemacetan ini menurutnya bukan hanya harus menjadi perhatian pemerintah, tetapi seluruh stakeholder.
 
"Karena juga perbaikannya kan bukan hanya perbaikan di masalah perhubungan atau transportasi, tapi juga ada infrastruktur-infrastruktur lainnya," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani