INILAH, Purwakarta - Permukaan air Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur), selama ini kerap dipenuhi eceng gondok dan sampah kiriman. Apalagi, di kala musim hujan seperti sekarang ini.
Memang, meskipun tumbuhan air dengan nama latin Eichornia Crassipes itu tidak membahayakan bagi ekosistem di waduk buatan ini. Hanya saja, secara estetika keberadaannya sangat mengganggu.
Rabu (10/4/2019) pagi, pengelola waduk yang dalam hal ini Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, membuat sebuah gerakan membersihkan perairan waduk tersebut dari serbuan eceng gondok ini.
Pantauan INILAH, hampir seluruh pegawai BUMN ini dikerahkan untuk membersihkan tumbuhan jenis gulma ini dari permukaan air ke daratan. Di lokasi, juga terlihat ratusan masyarakat turut dilibatkan dalam kegiatan ini.
"Memang, eceng gondok ini tidak membahayakan, tapi mungkin mengganggu estetika saja," ujar Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Saefudin Noer di sela-sela beberesih yang juga merupakan rangkaian Hari Air Dunia ke-27 dan HUT BUMN RI.
Menurut dia, selain berpengaruh terhadap estetika lingkungan, pertumbuhan eceng gondok secara massif di perairan Waduk Jatiluhur juga mengganggu operasional pengelolaan waduk dan lalulintas perairan.
"Ini juga menjadi upaya kami untuk melindungi dan melestarikan waduk sebagai salah satu sumber air besar yang bermanfaat bagi masyarakat," kata dia.
Dia menjelaskan, pengelolaan dan pemeliharaan waduk selama ini menjadi bentuk komitmen kita untuk melindungi dan melestarikan sumber daya air bagi ketahanan pangan nasional yang berkesinambungan.
Saat ini kondisi air di bumi semakin menurun, sedangkan kebutuhan air terus bertambah karena itu konservasi sumber daya air menjadi suatu keharusan guna menjamin keberlangsungan hidup manusia.
Sejauh ini ada beberapa upaya yang telah dilakukan PJT II untuk melindungi dan melestarikan sumber daya air melalui program konservasi penataan Sungai Mati (Oxbow), pengurangan limbah kotoran hewan di sungai melalui penggunaan biogas, penataan keramba jaring apung, perikanan tangkap berbasis budidaya, serta pengangkatan eceng gondok.