SMP PGII 1 Kota Bandung Laksanakan PTM Terbatas Hanya untuk 30 Siswa

SMP PGII 1 Kota Bandung menggelar pembelajaran tatap muka terbatas di hari pertama pada Rabu, 8 September 2021.

SMP PGII 1 Kota Bandung Laksanakan PTM Terbatas Hanya untuk 30 Siswa
SMP PGII 1 Kota Bandung melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Rabu 8 September 2021.

INILAHKORAN, Bandung - Pada hari pertama, SMP PGII 1 Kota Bandung melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Rabu 8 September 2021.

Siswa yang mengikuti PTM terbatas di kelas berjumlah sekitar 30 persen dari kapasitas. Meski sudah dizinkan sampai 50 persen, tetapi pihak sekolah akan melakukan secara bertahap.

Kepala SMP PGII 1 Kota Bandung Irwan Andriawan mengatakan, sesuai instruksi pemerintah hanya 50 persen yang datang ke sekolah. Sisanya yang 50 persen lagi melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca Juga: Hari Pertama PTM, Dishub Kota Bandung Terjunkan Tujuh Unit Bus Sekolah

Misalnya, hari ini nomor absen 1-10, setelah itu, di hari yang lain nomor absen 11- 20 dan seterusnya. Setiap hari begitu kondisi anak supaya bisa merasakan dulu bagaimana antusias PTM terbatas ini.

"Kami tidak euforia dulu, tapi tetap kita mengikuti proses apa yang sudah diintruksikan oleh pemerintah Kota Bandung secara bertahap," imbuh Irwan, saat ditemui di kampus SMP PGII 1 Kota Bandung.

Kata Irwan, 93 persen orangtua siswa mendukung dan mengizinkan PTM terbatas. Hal itu terlihat dari 85 persen siswa SMP PGII 1 Kota Bandung yang telah melakukan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Hari Pertama PTM Terbatas, Kadisdik Jabar Ingatkan Pengawasan yang Bisa Sekolah Lakukan

"Artinya orangtua antusias mendukung pelaksanaan PTM terbatas. Kita lakukan 2 jam untuk proses pembelajaran. Jadwal siswa yang masuk dan pulang juga berbeda," katanya.

Menurut Irwan, bahwa sekolah yang diizinkan itu adalah sekolah yang memenuhi persyaratannya. Diantaranya adalah, pihaknya harus mendata. Bagaimana proses ketika datang ke sekolah, apakah diantar apa pakai kendaraan umum.

"Rata-rata hampir semua untuk siswa SMP itu diantar oleh orangtuanya, sisanya yang dekat naik angkot. Artinya, hampir 80 persen yang diantar oleh orangtuanya," ujar Irwan.

Baca Juga: Hari Pertama PTM Terbatas di Bandung, Jangan Sampai Covid-19 Menggila Lagi!

Selain itu, kata Irwan, secara tidak langsung proses pembelajaran yang dilakukan oleh SMP PGII Kota Bandung hampir semua sama. Artinya, baik itu PTM terbatas atau PJJ isi materinya sama. Bahkan pihak sekolah sudah menyiapkan kamera, infokus dan lainnya untuk melaksanakan PJJ ini.

"Kami masih menunggu dari kepala Dinas Kota Bandung untuk melihat kondisi dan situasi. Untuk sementara kita diizinkan hanya 2 jam untuk melaksanakan proses pembelajaran ini. Seperti kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, kelas 8 masuk 07.30 WIB, dan kelas 9 masuk pukul 08.00 WIB. Jadi pulangnya akan berbeda juga," pungkasnya. (okky adiana).***


Editor : inilahkoran