Kisah Loud n Clear, Brand Clothing Lokal Bandung yang Siap Ramaikan Industri Fesyen
Eka Saputra, founder clothing Loud n Clear bermimpi memiliki usaha besar dan sukses. Dia memahami, membangun bisnis itu butuh perjuangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Eka Saputra, founder brand clothing Loud n Clear bermimpi memiliki usaha yang besar dan sukses. Dia memahami untuk membangun bisnis itu bukan perkara mudah.
Dia merasakan hal itu. Terlebih, bisnis yang digelutinya itu mulai dari nol. Meski harus menghadapi ratusan cobaan dan tantangan, tak ada yang mustahil jika usaha tersebut diimbangi dengan ketekunan dan keuletan.
Di awal pertemuan, dia menjelaskan brand yang dibangun itu menyasar segmen musik dan skateboard. Itu tak lepas dari ketertarikannya terhadap pakaian yang relatif simpel hanya berupa t-shirt, jeans, dan hoodie.
“Awalnya dari diri sendiri yang memang suka pake pakain simpel. Saya ingin bikin brand sendiri. Dan keinginan untuk meramaikan industri fesyen di Bandung yang memang tersohor untuk urusan fesyen,” kata Eka, Minggu 19 Desember 2021.
Baca Juga: Strategi Produk Fesyen Lokal Bertahan di Tengah Pandemi
Sceara umum, dia menjelaskan brand yang ingin dibesarkan itu berbeda dengan produk sejenis. Loud n Clear lebih menonjolkan sederhana dari setiap desain yang dikeluarkan.
Setiap menghasilkan desain, Eka terjun langsung untuk membuatnya. Terkecuali jika ada artikel eksklusif yang bekerjasama dengan pihaknya.
“Kalau desain, semua sendiri, kecuali ada artikel eksklusif, itu desainnya hasil dari buah pikir bareng-bareng,” ucapnya.
Baca Juga: Produk Fesyen Muslim Lokal Laris Manis di Tokopedia
Dia pun menepis anggapan orang kebanyakan yang menilai untuk memulai usaha butuh modal yang besar. Eka mengaku, dengan modal pas-pasan dan kerja keras dia menekuni bisnis dari skala kecil hingga berkembang dan menembus pasar apparel nasional.
"Awalnya usaha itu bikin untuk clothing-an orang (maklon). Lama kelamaan, saya berpikir saya juga bisa, sehingga tercetuslah Loud n Clear sejak tahun 2017. Modal awal paling tidak lebih dari Rp5 juta.
Itupun proses nya ga langsung segitu, ada modal buat produksi satu lusin dibikin dulu terus keuntungannya ditabung untuk produksi berikutnya,” tutur satu anak itu.
Terkait pemasaran, awalnya setiap produk yang dihasilkan itu didipasarkan lewat sistem hand to hand dengan mengandalkan teman-teman dekatnya sebagai konsumen. Namun, seiring berjalannya waktu dia memberanikan pemasaran secara online pada 2018.
Baca Juga: Fesyen berkelanjutan, sungguhan atau jebakan?
Sejak masuk ke ekosistem e-commerce, usaha yang digelutinya mulai mendapatkan pesanan yang semakin banyak. Tidak hanya dari dalam kota, namun juga datang dari customer di berbagai daerah di Indonesia.
Kini, setiap bulan pesanan produk apparel berkisar 500-1.000 pieces. Tidak hanya tshirt, Eka juga memproduksi kemeja, jaket, sweater, dan berbagai apparel lainnya.
"Soal harga juga tergantung permintaan customer, mulai dari Rp50-200 ribu per pieces," sebutnya.
Disinggung mengenai omzet, saban bulan kini penghasilannya mencapai puluhan juta rupiah. Dengan penghasilan itu, Eka memberanikan diri untuk membuka toko apparelnya di Jalan Trunojoyo. Bukannya tanpa alasan, gerai itu dibuka di kawasan itu karena ruas jalan di tengah kota itu dikenal sebagai pusat belanja anak muda Bandung. (*)
Editor : inilahkoran


