Mantap, Pelaku UMKM dari 18 Desa di Kabupaten Bandung Dapatkan Pelatihan Digital Marketing
Sejumlah UMKM di Kabupaten Bandung mendapatkan pelatihan digital marketing melalui program Patriot Desa Jawa Barat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung,- Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari 18 desa di Kabupaten Bandung, mendapatkan pelatihan digital marketing landscape dan strategi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Patriot Desa Kabupaten Bandung yang diharapkan dapat mendorong UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital.
Staf Senior Pemberdayaan Masyarakat Desa (SSPMD) Program Patriot Desa Kabupaten Bandung, Wulandari mengatakan, pelatihan digital marketing landscape dan strategi menjadi satu cara meningkatkan sumber daya manusia (SDM) kalangan UMKM.
Tujuanna menurut Wulandari, agar para pelaku UMKM yang selama ini juga bertindak sebagai penggerak desa (local champion) dapat lebih mendorong kesejahteraan lebih baik melalui penggunaan teknologi digital.
Baca Juga: Orang Tua Ayu Ting Ting Penuhi Panggilan Polda Metro, Kuasa Hukum: Iya di-BAP Sebagai Sakasi
Wulandari mengatakan, pelatihan yang digelar Patriot Desa itu merupakan program Provinsi Jawa Barat yang dikelola Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Tujuan dari program Patriot Desa adalah mendorong kehidupan dan penghidupan yang layak dan patut (Merdesa) melalui pembangunan patriotisme dan gerakan masyarakat pada dimensi ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup.
Kemudian mengkampanyekan bukan hanya potensi desa, tapi aktualisasi pemberdayaan masyarakat dari dan oleh para penggerak loal desa (Local Champion).
"Fokus program ini adalah pada human investment dimana para anak muda di terjunkan di desa, tinggal di desa untuk mengembangkan desa. Fokus program adalah menemukan penggerak lokal (local champion) yang memilili inisiatif, kreativitas, solusi dan tindakan nyata di desa untuk memajukan desa," ungkap Wulandari, Selasa, 12 Oktober 2021.
"Fungsi Patriot desa adalah sebagai komunikator, integrator dan akselerator," imbuh Wulandari.
Baca Juga: Bakal Panaskah? Ribuan Personel Siap Amankan Pilwu Kabupaten Cirebon
Ditambahkan Wulandari, Pelatihan Digital Marketing Landscape dan Strategy untuk UMKM yang digelar di Kantor Rumah BUMN Telkom Soreang itu, dihadiri para pelaku UMKM selama ini memang mendapatkan pendampingan dari fasilitator Patriot Desa yang bergerak di 18 desa dari 15 kecamatan di Kabupaten Bandung.
"Pada pertemuan pertama kemarin itu, para pelaku UMKM mendapatkan materi dari Nina Rahmanita perwakilan dari Rumah BUMN Telkom," tegasnya.
Wulandari menjelaskan, Rumah BUMN Telkom fokus pada peningkatan kapasitas para pelaku UMKM melalui berbagai pelatihan.
"Diantaranya pelatihan digital marketing, pelatihan kemasan produk, pelatihan foto produk, pelatihan video produk, cashless payment (Bonum & Qren)," ujarnya.
Wulandari melanjutkan, narasumber juga memberikan gambaran tentang pentingnya UMKM menembus pasar digital untuk meningkatkan omset penjualan. Serta tips dan trik untuk memulai pengembangan pasar digital bagi UMKM.
Salah seorang peserta pelatihan yang juga pelaku UMKM produsen kopi, Uus Kusmana menjelaskan, berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi mereka. Diantaranya sulitnya mendapatkan legalitas perijinan seperti PIRT, Halal, Haki karena kuota dari dinas yang berwenang terbatas. Ini sangat menghambat bagi UMKM untuk menembus pasar digital.
“Bagaimana UMKM mau naik kelas, sedangkan legalitas perijinan saja kuotanya terbatas dari pemerintah”, begitu ujarnya.
Hal senada dikatakan Ketua BUMDES Wa Hyang, Entep Sutiaman. Kata dia, bahwa UMKM Binaan yang menjual produknya di Galery BUMDES Wa Hyang, mereka juga terhambat proses legalitas karena kuota yang terbatas dan sistem daftar tunggu. Daftar tunggunya pun ada yang sampai satu tahun lebih belum juga mendapatkan kuota.
"Saya sih menyarankan agar Pemkab Bandung fokus pada pengembangan UMKM untuk menembus pasar digital maka program legalitas usaha untuk UMKM harus dipermudah aksesnya,"katanya.***(Rd Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


