Innalillahi! Bandung Barat Dikepung Bencana, Catat Sejumlah Titiknya Berikut Ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat adanya sejumlah bencana yang terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Pasalnya, saat ini kondisi cuaca tengah dalam peralihan daro kemarau ke musim hujan. Kondisi tersebut dinilai bisa menjadi pemicu terjadinya cuaca ekstrem, seperti angin kencang, puting beliung, termasuk curah hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo mengatakan, pihaknya meminta warga masyarakat khususnya di KBB untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan pada saat awal maupun puncak musim hujan yang diperkirakan terus terjadi pada bulan Januari 2022.
"Bagi masyarakat yang tinggal di lokasi-lokasi rawan terjadinya longsor dan banjir bandang diharap terus meningkatkan kewaspadaan," katanya.
Sebelumnya, BPBD KBB mencatat ada sejumlah bencana alam yang menerjang tiga desa di Bandung Barat. Kendati tak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan kendaraan milik warga mengalami rusak parah.
"Satu unit rumah di Kampung Cikole RT 05 RW 06 Desa Cikole, Kecamatan Lembang mengalami rusak parah lantaran diterjang longsor. Selain rumah rusak parah, dua kendaraan roda dua yang tengah terparkir pun mengalami kerusakan lantaran ikut tertimbun material longsor," bebernya.
"Kejadian longsornya tanggal 17 Oktober sekitar pukul 21.30 WIB. Akibat longsor itu rumah milik pak Pepen (50) mengalami rusak berat di bagian dapur," sambungnya.
Kemudian, lanjut dia, bencana longsor tebing pun terjadi di Kampung Pasir Ipis, RT 04 RW 06, Desa Jayagiri, Kecamatan Ngamprah, pada pukul 22.00 WIB.
"Karena peristiwa tersebut, bangunan rumah milik Agus mengalami kerusakan beberapa bagian lantaran tertimbun material longsor. Bagian dapur rumah ini, rusak berat dan bagian ruang tamu rusak ringan. Kami sudah melakukan evakuasi barang-barang yang ada di rumah tersebut," jelasnya.
Ia pun mengungkapkan, selain bencana longsor terjadi juga banjir bandang di hari yang sama. Peristiwa naas itu menerjang sejumlah rumah milik warga di Kampung Cilengkrang, RT 01 RW 08, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah. Akibatnya, sebanyak 4 rumah milik warga terendam serta mengalami kerusakan.
"Satu unit rumah rusak berat yang dihuni 5 orang milik Ateng (40), sedangkan pemilik dua rumah lainnya yaitu Uci dan Nurki, serta satu konveksi terendam banjir," ungkapnya.
Ia menerangkan, bencana banjir bandang itu terjadi akibat hujan deras dan saluran air disekitaran rumah tersumbat gara-gara tertutup sampah sehingga membuat air meluap kepada pemukiman warga.
"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut karena semua penghuni rumah bisa menyelematkan diri," terangnya.
Ia mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap waspada terkait bencana susulan karena intensitas hujan sudah mulai tinggi.
"Saat ini kita sedang memasuki peralihan musim di tahun 2021, dari kemarau ke musim hujan. Kondisi ini dapat memicu terjadinya cuaca ekstrim seperti angin kencang, puting beliung, hujan dengan intensitas yg sangat tinggi," ucapnya.
Selain itu, ia juga meminta, agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan pada saat awal musim maupun pada puncak musim hujan yang diperkirakan akan terjadi pada Januari 2022.
"Terutama bagi masyarakat yg bertempat tinggal di loaksi-lokasi yang rawan terjadi longsor dan banjir bandang," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : inilahkoran


