17 Ketua DPC Dukung Irfan Suryanegara Menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jabar
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya menyatakan dari 27 DPC, 17 Ketua DPC diantaranya mendukung Irfan Suryanegara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung-Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya menyatakan dari 27 DPC, 17 Ketua DPC diantaranya mendukung Irfan Suryanegara sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat.
"Setahu saya jumlah DPC Partai Demokrat di Jawa Barat itu ada 27 DPC sesuai dengan jumlah kota dan kabupaten yg secara administratif diakui berada di Provinsi Jawa Barat. Jadi bukan 36," tutur Asep dalam siaran persnya, Sabtu (23/10/2021).
Dia mengatakan setelah Peraturan Organisasi (PO) tentang Musda dikeluarkan, jumlah dukungan terakhir dari para Ketua DPC Partai Demokrat di Jawa Barat kepada Irfan Suryanagara agar kembali melanjutkan amanahnya sebagai Ketua DPD PD Jabar dalam Musda mendatang itu ada 17 DPC.
Baca Juga: Kader Demokrat Ragukan Intelektualitas Ketum PBB, Wasekjen: SBY Baca Pidato yang Didraf Yusril
"Awal minggu kemarin semua surat dukungan itu telah diserahkan ke DPP Partai Demokrat," jelasnya.
Asep menyatakan jika merujuk pada peta dukungan terakhir dari para Ketua DPC terhadap Irfan maka dukungan DPC ke Anton tentu tinggal tersisa 10 DPC lagi. "Sepanjang pengetahuan dan pengalaman sejak tahun 1995 saat saya menjadi aktivis mahasiswa ikut berbagai acara kongres2an, musda2an, konferensi2an, adanya model klaim dukungan politik seperti yang dilakukan ketua DPC pendukung Kang Anton ini biasa-biasa saja, lumrah dan lazim meskipun cenderung jadi lucu-lucuan, ungkapnya sambil tersenyum," jelas dia.
Saat ditanya figur ideal yang layak memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Barat ke depan, pria yang akrab disapa Kang AW menyampaikan DPD Partai Demokrat Jabar masih sangat membutuhkan sosok Kang Irfan Suryanagara untuk kembali melanjutkan amanahnya sebagai Ketua DPD PD Jabar.
Baca Juga: Politisi Demokrat: Mensos Risma Hanya Tebar Intimidasi dan Caci Maki
"Jangan main2, kalo mau memimpin parpol di Jawa Barat yang populasi pemilihnya itu hampir 20% dari populasi pemilih nasional. Selain sosok ketuanya harus disegani oleh para kolega parpol lainnya, mengelola parpol di Jabar ini pun membutuhkan tingkat maturity (kedewasaan) yang cukup, mature dalam pergaulan dengan sesama kader dan kolega parpol lainnya dalam prinsip saling menghormati, tegas dalam memimpin, jelas juga dalam memandu dan yg paling penting matang dan dewasa juga dalam berdemokrasinya," paparnya.
Dia menambahkan tidak bisa parpol di Jabar dipimpin dan dikelola secara kekanak-kanakan atau bahkan hanya didasarkan pada nafsu hanya ingin menjadi Ketua saja tapi tak paham materi dan konsekuensi pekerjaannya. Sangat berbahaya bagi Partai Demokrat yang saat ini di Jawa Barat sedang dalam posisi menanjak.
"Jika dikelola hanya karena pertimbangan dan alasan yang artifisial begitu," tegas Kang AW. "Jadi, menurut hemat saya, dalam tradisi demokrasi yg sehat, siapapun boleh kok untuk menjadi Ketua DPD Partai Demokrat, yang penting masih dalam koridor etika yg sehat dan selalu menjaga keadaban berdemokrasi dgn kuat serta mapan dalam referensinya tentang bagaimana dan seperti apa mengelola parpol di Jawa Barat," pungkasnya.***
Editor : inilahkoran


