Proyek Crossing Drainase Kiaracondong Picu Kemacetan, Ditargetkan Rampung Desember

Proyek crossing drainase Jalan Ibrahim Adjie Bandung memicu kemacetan. Galian 2,8 meter ditargetkan rampung awal Desember untuk mengurangi banjir Ciwastra.

Proyek Crossing Drainase Kiaracondong Picu Kemacetan, Ditargetkan Rampung Desember
Suasa Jalan Ibrahim Adjie yang mengalami kemacetan akibat proyek crossing drainase yang diperkirakan rampung pada Desember nanti.

INILAHKORAN.ID - Kemacetan terjadi di sepanjang Jalan Soekarno Hatta menuju Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, saat proyek crossing drainase berlangsung. Pekerjaan galian sedalam hampir tiga meter tersebut merupakan bagian dari upaya mengalirkan air dari kawasan depan Uninus menuju sungai dan mengurangi potensi banjir di Ciwastra.

Kepala Bidang (Kabid) drainase dan Trotoar DSDABM Kota Bandung Kiki Rosani Rifqi mengatakan, proyek crossing drainase di Jalan Ibrahim Adjie telah berjalan sekitar satu bulan.

Pekerjaan tersebut dikerjakan pihak ketiga dengan durasi sekitar empat bulan dan ditargetkan selesai pada awal Desember 2026.

“Di depan Uninus itu ada saluran. Dari sana dialirkan ke arah situ untuk mengurangi banjir di Ciwastra,” kata Kiki Rosani Rifqi, Selasa (22/9/2026).

Menurut Kiki, pekerjaan membutuhkan galian cukup dalam karena posisi box culvert harus disesuaikan dengan elevasi dan kemiringan saluran. Kedalaman galian mencapai sekitar 2,8 meter agar aliran air dapat menuju sungai.

“Kedalamannya sekitar 2,8 meter kalau tidak salah, karena mengejar kemiringannya. Nanti airnya mengalir ke sana, ke sungai,” ucapnya.

Galian di badan jalan tersebut turut berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Kemacetan muncul saat aktivitas pengerjaan berlangsung, terlebih lokasi berada di ruas jalan dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi.

Kiki menyebut pihak pelaksana telah melakukan perizinan sebelum pekerjaan dimulai. Namun, pelaksanaan di lapangan menghadapi kendala yang tidak terduga sehingga proses pengerjaan sempat terhambat.

“Sebetulnya sudah ada izin ke sana. Kemarin kita akan serahkan ke pihak ketiga. Tapi mungkin tiba-tiba saja, pihak pelaksana mengalami kendala,” ujarnya.

Kendala terjadi sekitar pukul 02.00 WIB ketika alat berat mengalami kerusakan. Saat itu, proses galian hampir selesai dan pekerja tinggal memasang beberapa box culvert sebelum lubang ditutup kembali.

“Sudah tinggal memasang box culvert sekitar empat buah, langsung ditutup tanah lagi. Ternyata alatnya rusak, ada selang hidrolik yang pecah,” jelasnya.

Kerusakan alat membuat pekerjaan harus menunggu proses perbaikan. Kondisi tersebut menyebabkan penyelesaian galian tidak dapat langsung dilakukan sehingga aktivitas kendaraan di sekitar lokasi masih terdampak.

Kiki menilai pekerjaan perlu segera dituntaskan setelah alat kembali berfungsi. Penutupan galian menjadi tahapan penting agar kondisi ruas jalan dapat kembali normal dan gangguan terhadap lalu lintas berkurang.

Selain di Jalan Ibrahim Adjie, proyek crossing drainase juga berlangsung di Jalan Turangga. Pengerjaan di ruas tersebut berjalan tanpa kendala dan saluran telah dicor serta ditutup kembali.

“Kalau crossing seperti itu, satu lagi di Jalan Turangga. Kalau Turangga lancar, tidak ada kendala. Sudah dicor lagi, sudah ditutup,” tuturnya.

Kiki menambahkan, pembangunan crossing drainase di Jalan Ibrahim Adjie juga menjadi bagian dari penataan aliran air menuju sungai. Setelah pekerjaan selesai, saluran dari kawasan depan Uninus diharapkan dapat membantu mengurangi aliran air yang berpotensi memicu banjir di kawasan Ciwastra.


Editor : Ahmad Sayuti