Gak Cuma Geopark Rajamandala, Pemda KBB Bakal Kembangkan Geoheritage di Kawasan Ini

Rencana Pemda KBB menyusun masterplan atau cetak biru Geopark Rajamandala ternyata bakal diimbangi pengembangan Geoheritage Padalarang.

Gak Cuma Geopark Rajamandala, Pemda KBB Bakal Kembangkan Geoheritage di Kawasan Ini
Stasiun Padalarang

INILAHKORAN, Ngamprah - Rencana Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyusun masterplan atau cetak biru Geopark Rajamandala ternyata bakal diimbangi pengembangan Geoheritage di kawasan Padalarang.

Pasalnya, hal itu dinilai bisa dilakukan pengembangan lantaran sebelumnya sempat ada kajian di kawasan Goa Pawon, PN Kertas.

"Berdasarkan kajian yang kemarin sempat kita lakukan bersama para ahli, mungkin lokasi tersebut bisa jadi bagian dari heritage yang ada di Bandung Barat," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Heri Partomo, Selasa 2 November 2021.

Baca Juga: Wow! Masterplan Geopark Rajamandala Bakal Segera Disusun, Ini Empat Lokasinya

Ia menilai, ke depannya dengan adanya kajian tersebut kemungkinan akan sangat mendukung terhadap pengembangan Geoheritage maupun Geopark Rajamandala, sehingga keberadaan keduanya bisa saling mendukung antara bangunan sejarah dan situs-situs pra sejarah yang ada di Bandung Barat.

Alhasil, sambung dia, kekayaan dan potensi wisata yang ada di KBB bisa semakin banyak lagi, termasuk potensi untuk bisa dieksplorasi teman-teman wisatawan yang ada di KBB semakin banyak pula.

Disinggung terkait respon dari Pemprov Jabar, ia mengaku, sebetulnya rencana tentang pengembangan kawasan Geopark Rajamandala sendiri memang didorong oleh Pemprov Jabar.

Baca Juga: Penetapan Global Geopark Ciletuh Harus Diikuti Pemberdayaan Masyarakat

Pasalnya, di Jabar sendiri saat ini sudah dikembangkan kawasan Geopark Ciletuh yang ada di Sukabumi. Lalu, ke depan mungkin akan didorong kawasan Geopark Rajamandala.

"Karena terus terang kawasan Geopark Rajamandala ini kan tidak ada di semua tempat. Apalagi untuk kawasan Rajamandala ini sebagai sejarahnya terbentuk Bandung atau Ibukota Jawa Barat," bebernya.

Menurutnya, rencana pengembangan Geoheritage dan Geopark Rajamandala ini harus menjadi perhatian bersama, sehingga pelaksanaan kegiatan pengembangan Geopark ini bisa juga dipahami semua pihak.

Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Mulai Kaji Pembangunan Geopark di Gunung Galunggung

"Syarat untuk menjadi Geopark sendiri sebetulnya memang awalnya harus berangkat dari hasil kajian. Dari kajian itu apakah betul di situ layak atau mengandung benda yang dianggap Geopark atau Geoheritage," tuturnya.

Sehingga, tambah dia, nanti kalau sudah ada kajian terkait Geopark ini, pihaknya akan mendorong Geopark Rajamandala ini untuk diakui secara nasional bahkan internasional.

"Akhirnya ke depannya juga akan mengangkat citra KBB dan diakui oleh nasional atau internasional," tandasnya.***(agus satia negara)


Editor : inilahkoran