INILAHKORAN, Bandung- Usai dilanda kebakaran hebat, karyawan Pabrik Cokelat di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung diliburkan.
Pabrik Cokelat di Dayeuhkolot, PT Papandayan (Barry Cellebaut) dilalap si jago merah Senin 8 November 2021 sore WIB. Manajemen perusahaan meliburkan karyawan sambil menunggu hasil dari investigasi polisi.
Piihak kepolisian sendiri, sampai saat ini masih melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran Pablik Cokelat di Dayeuh kolot tersebut.
"Soal penyebab pastinya kami belum dapat pastikan. Begitu juga soal taksiran jumlah kerugian, belum bisa kami ungkapkan karena belum bisa masuk, masih ada police line," ungkap Site Manager PT Papandayan, Dodi Rubianto dalam keterangan persnya, Selasa 9 November 2021.
Keputusan meliburkan karyawan Pabrik Cokelat di Dayeuhkolot, diambil atas dasar pertimbangan keselamatan.
"Tapi yang penting semua pegawai selamat. Selain itu, meskipun saat ini kami berhenti produksi, tapi untuk pemenuhan suplay kepada konsumen tetap berjalan seperti biasa. Kalau stok disini habis kami masih ada stok di tempat lain," katanya.
Dikatakan Dodi, bangunan pabrik yang terbakar ini adalah ruangan produksi. Yakni pengolahan biji coklat menjadi tepung (powder). Jadi yang terbakar adalah peralatan produksi dan juga bahan baku coklat yang tengah diproses.
Sedangkan bahan baku secara keseluruhan masih aman karena berada di gudang yang terpisah dari bangunan tersebut.
"Kenapa kepulan asap sangat banyak, karena yang terbakar itu selain material plastik,fiber, kabel dan panel listrik, banyak juga tepung. Nah tepung itulah yang menyebabkan kepulan asap besar sekali," ujarnya.
Dodi melanjutkan, semua pegawai yang bekerja di pabrik itu sekitar 300 orang. Terbagi kedalam tiga shif.
Saat kejadian, para pekerja yang berada di dalam sebanyak 127 orang. Mereka semua selamat dan untuk hari ini diliburkan hingga selesai investigasi dan perbaikan pabrik.
"Semua peralatan termasuk apar dan hydran pemadam api sudah sesuai standar keselamatan. Begitu juga dengan peralatan listrik sesuai standar keamanan. Memang kebakaran di tempat ini sudah dua kali terjadi, tapi bukan dibagian ini dan tidak sebesar sekarang ini," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Tedi Rusmana mengatakan, pabrik tersebut merupakan pengolahan bahan baku coklat. Saat kejadian sekitar pukul 15. 30 WIB, para karyawan yang tengah bekerja berhamburan keluar.
Sebagian dari para pegawai ini juga sempat berusaha memadamkan api, namun kobaran api semakin membesar.
Sehingga, pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung menerjunkan delapan unit armada pemadam.
"Tidak ada korban jiwa, karena semua pegawai langsung berhamburan keluar. Dugaan sementara penyebabnya dari panel listrik," kata Tedi di lokasi kejadian, Senin (8/11/2021).
Selain menurunkan armada pemadam kebakaran, kata Tedi, satu unit ambulance juga disiapkan. Untuk mengantisipasi adanya korban yang memerlukan bantuan.
Karena memang kobaran api juga disertai kepulan asap pekat yang membuat sesak pernapasan serta menghalangi pandangan mata.
"Kepanikan dari para pekerja memang terjadi. Karena memang saat jam kerja, tapi Alhamdulilah meskipun kepulan asap sangat pekat, perih dan menyesakan nafas tidak ada korban jiwa," ujarnya.*** (rd dani r nugraha).