Berharap SLBN Cicendo Tempat Terbaik Berkembang Guru Keren

SLBN Cicendo Bandung adalah sekolah yang khusus mengembangkan pembelajaran yang bisa digunakan bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran.

Berharap SLBN Cicendo Tempat Terbaik Berkembang Guru Keren
satu guru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo Bandung, Sylvi Noor.
 
INILAHKORAN, Bandung - SLBN Cicendo Bandung adalah sekolah yang khusus mengembangkan pembelajaran yang bisa digunakan bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran.
 
SLBN Cicendo merupakan salah satu sekolah unggul, SLB yang memiliki semangat juang yang tinggi untuk memajukan pendidikan khusus di Indonesia. Hal itulah yang diungkapkan oleh salah satu guru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo Bandung, Sylvi Noor.
 
Bagi Sylvi Noor, SLBN Cicendo menjadi salah satu tempat terbaik untuk berkembang menjadi guru yang keren. Dari awal dia terjun di dunia pendidikan khusus (SLB), selalu diberi tanggungjawab untuk menangani anak-anak dengan hambatan pendengaran. 
 
 
"Mungkin karena merekalah, sayapun berjodoh dengan SLBN Cicendo Bandung," kata Sylvi Noor, Senin 15 November 2021.
 
Dia menjelaskan, metode pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran anak-anak dengan hambatan pendengaran adalah, semua metode yang tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip pembelajaran bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran, diantaranya keterarahwajahan, keterarahsuaraan, tangkap dan peran ganda, kekonkritan, keperagaan, visualisasi, pengalaman yang menyatu dan prinsip belajar sambil melakukan. 
 
"Beberapa metode yang pernah dan masih saya gunakan diantaranya, project based learning, metode eksperimen, pembelajaran aktif (active learning) dan metode maternal reflektif (MMR)," jelasnya.
 
 
Selain itu, metode maternal reflektif menjadi salah satu metode yang diutamakan untuk digunakan setiap hari dalam pembelajaran, karena pada implementasinya metode ini mengkonstruksi pengalaman berharga yang dimiliki anak-anak menjadi pengetahuan bermakna, dan karena metode ini menjadi salah satu metode yang mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi anak-anak, sehingga anak-anak berkembang secara hardskill dan softskill dalam berbahasa dan berkomunikasi.
 
"Tentunya dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip pembelajaran bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran, diantaranya keterarahwajahan, keterarahsuaraan, tangkap dan peran ganda, kekonkritan, keperagaan, visualisasi, pengalaman yang menyatu dan prinsip belajar sambil melakukan," paparnya.
 
Kendala yang dihadapi oleh seorang pendidik dalam memilih metode adalah, metode yang berkembang saat ini lebih banyak diperuntukkan bagi anak-anak identik/tipikal/umum.
 
 
"Sehingga kami (guru-guru) sekolah luar biasa harus semangat berkreasi dan berinovasi agar ruh dari masing-masing metode dapat tersampaikan dengan cara yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan hambatan pendengaran," ucap Sylfi Noor.
 
Sebagai seorang pendidik, dia berharap, bagi dunia pendidikan, khususnya dunia pendidikan khusus adalah semoga pendidikan khusus di Indonesia senantiasa mengakomodir setiap perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing anak berkebutuhan khusus, menjadi jalan kemudahan bagi anak-anak menuju kemandirian dan kesuksesan pribadi maupun di masyarakat.
 
"Harapan saya cukup banyak dan besar. Semoga Allah memampukan tangan saya menggapai harapan tersebut bersama mereka yang juga memperjuangkannya," pungkasnya.*** (Okky Adiana)
 
 


Editor : inilahkoran