Banjir Kabupaten Bandung, TPT Roboh Tewaskan Balita di Pasirjambu dan Ribuan Rumah Terkepung di Dayeuhkolot

Selain terjadinya banjir, tingginya curah hujan pada Sabtu kemarin mengakibatkan seorang balita di Pairjambu tewas tertimpa TPT yang roboh.

Banjir Kabupaten Bandung, TPT Roboh Tewaskan Balita di Pasirjambu dan Ribuan Rumah Terkepung di Dayeuhkolot
Sebanyak 46 rumah di Kampung Cikande, Kecamatan Saguling, KBB diterjang banjir.

INILAHKORAN, Bandung - Meisya Nadia balita berusia dua tahun warga Kampung/Desa Cukanggenteng Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung tewas tertimpa tembok penahan tanah (TPT) yang roboh menimpa rumahnya.

Peristiwa terjadi pada Sabtu 27 November 2021 malam. Sedangkan, kedua orang tua bocah nahas itu hanya mengalami luka-luka ringan.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak Sabtu 27 November 2021 siang menyebabkan TPT sepanjang 6 meter dan tinggi 3 meter yang berada di salah satu rumah roboh, kemudian menimpa rumah semi permanen yang berada di bawahnya.

"Saat kejadian, orang tua korban yang bernama Nandi sedang di dapur sedangkan anaknya tertidur di kamar ditemani istrinya. Tiba tiba TPT roboh menimpa rumah mereka. Akibat kejadian itu, balita yang masih berusia dua tahun itu meninggal dunia," kata Akhmad, Minggu 28 November 2021.

Baca Juga: Banjir Bandung Garut: Ratusan Rumah Terendam, Jembatan Rusak, Belasan Kendaraan Terseret

Akhmad menerangkan, saat peristiwa tersebut terjadi pihaknya langsung melakukan evakuasi. Petugas menyelamatkan orang tua korban dan melarikan mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sedangkan, Kapolsek Pasirjambu AKP Dana Suhenda menambahkan TPT yang menempel di salah satu rumah milik warga roboh dan menimpa salah satu rumah milik warga lainnya yang berada di sebelahnya. Akibatnya, satu orang balita yang berada di rumah tersebut meninggal dunia dan orang tuanya mengalami luka ringan.

"Rumahnya dari bambu atau rumah semi permanen. TPT itu roboh karena sudah tua dan lapuk," katanya.

Baca Juga: Banjir Bandang Garut Dipicu Longsor di Desa Cinta dan Cintamanik

Saat ini, balita korban meninggal dunia telah dikebumikan. Sedangkan kedua orang tuanya untuk sementara tinggal di rumah salah seorang kerabatnya.

Di wilayah lain, hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Raya juga menyebabkan banjir kembali merendam ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot. Luapan air dari Sungai Citarum menggenangi pemukiman warga antara 1 meter hingga 1,5 meter. Air mulai masuk ke pemukiman sekitar pukul 24.00 WIB.

"Hujan deras sepanjang malam, ditambah air yang dari daerah lain (Kota Bandung) juga masuk ke Citarum dan meluap ke pemukiman kami," kata Ade Ridwan (40) salah seorang warga yang dihubungi InilahKoran melalui ponselnya, Minggu 28 November 2021.

Genangan air, tak hanya memenuhi pemukiman warga, namun beberapa ruas jalan pun digenangi air dengan ketinggian sekitar 50-70 sentimeter. Seperti yang terpantau di Jalan Raya Mohammad Toha Dayeuhkolot depan PT. Metro Garmin, genangan air menghambat laju kendaraan dari kedua arah.

Baca Juga: Banjir Bandang Karang Tengah, Curah Hujan Masih Tinggi, Pak Camat Tunggu Bantuan BPBD

"Kalau di pemukiman ketinggian air lebih dalam lagi. Yah sekitar 1,5 meter sampai 2 meter, karena kalau pemukiman kan lebih rendah dari jalan da lebih dekat ke bantaran Sungai Citarum dan Cikapundung" kata Wawan Ridwan (45) salah seorang warga Dayeuhkolot.

Tak hanya di Dayeuhkolot, banjir juga merendam tiga desa di Kecamatan Rancaekek. Banjir diakibatkan jebolnya tanggul Sungai Cikeruh itu merendam Desa Rancaekek Kulon, Rancaekek Wetan, dan Desa Bojongloa.

Baca Juga: Baru Saja Banjir Bandang Terjang Karang Tengah Garut, Rumah Warung Hancur, Mobil Hanyut

Air masuk ke pemukiman pada Sabtu malam dengan ketinggian 50-150 sentimeter. Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun sebanyak 10 ribu rumah tergenang air.

"Karena tanggul jebol itu menyebabkan dua jembatan di Rancaekek Wetan rusak. Sekarang air mulai surut dan sekarang warga dibantu petugas dan relawan mulai membersihkan rumah dari sisa air dan lumpur," kata Akhmad. (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran