Penerapan Ganjil Genap Kota Bandung Diperluas Jadi Delapan Titik
Penerapan ganjil genap di Kota Bandung akan dilakukan pada akhir pekan. Dari lima titik, kebijakan mobilitas itu diperluas di tiga kawasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dikyasa Satlantas Polrestabes Bandung AKP Asep Kusmana mengatakan, penerapan ganjil genap di Kota Bandung tetap dilaksanakan pada akhir pekan.
Pada penerapan PPKM level 3 nanti, ganjil genap akan diperluas cakupannya. Dari semula hanya di lima titik yakni gerbang tol Pasteur, Pasirkoja, Kopo, M Toha, Buahbatu. Kini, ditambah menjadi tiga kawasan yaitu Ledeng, Cibiru, dan Cibereum.
Menurutnya, pada saat penerapan ganjil genap tersebut akan dibangun pos cek poin untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap pengendara. Setiap pos akan ditempatkan personel gabungan Satlantas Polrestabes Bandung, Dishub, dan Satpol PP Kota Bandung.
Baca Juga: Pekan Kedua Ganjil-genap di Kota Bandung, 4.518 Kendaraan Diputar Balik
"Sanksinya akan diberikan menunggu hasil rapat terbatas besok. Yang pasti, kami mendukung kebijakan pusat," kata Asep di Balai Kota Bandung, Kamis 2 Desember 2021.
Pelaksanaan ganjil genap itu diakuinya tidak akan jauh berbeda dengan yang saat ini tengah berlangsung pada akhir pekan. Sementara untuk kawasan Ledeng dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu.
"Selama penerapan PPKM level 3, ganjil genap dilaksanakan saat akhir pekan. Gage jam 06.00 WIB pagi sampai jam 20.00 WIB malam, di Ledeng Sabtu dan Minggu saja mulai jam 09.00 WIB sampai jam 15.00 WIB," imbuhnya.
Baca Juga: Sip! Ganjil Genap di Bandung Efektif Tekan Mobilitas Kendaraan dari Luar Kota
Pelaksanakaan gage dilaksanakan terhadap kendaraan diluar pelat Bandung atau D. Namun, mereka yang berpelat luar Bandung tapi berdomisili di Kota Bandung diberikan pengecualian.
Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Penertiban Transportasi Dishub Kota Bandung Asep Kuswara mengatakan, pengendara yang melakukan perjalanan jauh selama PPKM level 3 harus memperlihatkan hasil tes PCR. Sedangkan untuk perjalanan dekat hasil tes antigen dan mereka pun harus menunjukkan bukti telah divaksin.
"Harus diperiksa minimal dua kali divaksin atau antigen yang perjalanan dekat kalau jauh PCR. Pemeriksaan tersebut sudah dilakukan oleh petugas saat ini," ucapnya.
Asep menambahkan, pengawasan tetap dilaksanakan di terminal terhadap penumpang yaitu pemeriksaan suhu, pengecekan telah divaksin dan antigen. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


