Selalu Dilakukan Verifikasi dan Validasi, DTKS Kota Bandung Dipastikan Bersih dari ASN
DTKS Kota Bandung selalu diperbaharui. Dinas Sosial setempat memastikan verifikasi dan validasi selalu dilakukan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - DTKS Kota Bandung selalu diperbaharui. Dinas Sosial setempat memastikan verifikasi dan validasi selalu dilakukan.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Tono Rusdiantono memastikan, verifikasi dan validasi DTKS Kota Bandung secara simultan dilakukan di lapangan. Hal itu guna memastikan data kemiskinan tepat sasaran, termasuk membersihkan dugaan adanya aparatur sipil negara (ASN) yang terdaftar.
Dia mengatakan, dugaan adanya ASN yang masuk dalam DTKS Kota Bandung sudah dibersihkan. Klarifikasi data itu berkat verifikasi dan validasi yang secara berkala dilakukan tim yang bergerak di level kelurahan.
Baca Juga: Busyet...Ribuan ASN Kabupaten Cirebon Masuk DTKS, Kok Bisa?
Menurutnya, pergerakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) cenderung dinamis. Untuk itu, verifikasi dan validasi data dilakukan dalam kurun waktu satu bulan sekali. Sehingga, pergerakan data inilah yang bisa jadi membuat ASN terdata karena pada saat dilakukan pendataan statusnya masih belum masuk menjadi ASN.
"Sekarang masuk DTKS besoknya masuk ASN. Bisa jadi saat masuk pendataan ternyata KK-nya masih bersatu dengan orang tuanya. Insyaallah, DTKS Kota Bandung clear," kata Tono di Balai Kota Bandung, Kamis 2 Desember 2021.
Dia menegaskan, penetapan dan pengesahan DTKS itu dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Sedangkan, Pemkot Bandung hanya mengajukan usulan saja.
Baca Juga: Ratusan Warga Tamansari Non-DTKS Terima Bansos Tunai 500 Ribu
Meski demikian, usai ada penetapan DTKS dari Kementerian Sosial itu pihaknya kembali melakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Hal ini guna memastikan DTKS Kota Bandung tepat sasaran.
"Warga yang masuk DTKS ini syaratnya ada tiga. Pertama namanya akurat, kedua alamatnya akurat, dan ketiga NIK-nya juga padan atau ngelink cocok dengan data Disdukcapil. Kemudian aspek kelayakannya di lapangan juga kita lihat langsung," jelasnya.
Tono tak memungkiri apabila dalam pelaksanaannya kerap ada kekeliruan. Mengingat, proses untuk pendataan DTKS ini cukup panjang terlibat mulai dari tingkat RT hingga ke level pemerintah pusat.
Baca Juga: Kota Bandung Akan Kucurkan Bantuan Tunai Untuk Non DTKS
Untuk itu, dia kembali memastikan proses verifikasi dan validasi tidak akan pernah berhenti. Seperti saat ini, Dinsos Kota Bandung baru menerima DTKS Kota Bandung terbaru dari Kementerian Sosial. Di Kota Bandung, terhitung sebanyak 160 ribu KK atau sekitar 700 ribu jiwa yang masuk DTKS Kota Bandung.
Dia menyebutkan, jumlah DTKS itu mengalami peningkatan lantaran terdampak pandemi Covid-19. Sebelumnya, pada Januari 2021 DTKS Kota Bandung terhitung sebanyak 139 ribu KK atau 473 ribu jiwa.
Verifikasi dan validasi data itu dimaksudkan agar bisa mendapatkan data terbaru yang akurat. Sebab, DTKS itu dijadikan data pokok untuk penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program dari beragam organisasi perangkat daerah (OPD). (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


