Berikan Training Bagi Pelaku Industri Kreatif, Ini Ternyata Tujuan Mensos Risma
Puluhan pengerajin kulit yang berasal dari Papua mendapat atensi bimbingan vokasional dan kewirausahaan keterampilan kerajinan kulit
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN-Puluhan pengerajin kulit yang berasal dari Papua mendapat atensi bimbingan vokasional dan kewirausahaan keterampilan kerajinan kulit di Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut merupakan permintaan langsung para pengrajin kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat berkunjung ke Papua.
"Sebelumnya kita juga pernah adakan training pada, 21 hingga 30 November 2021 dengan nama kegiatan training kulit buaya," kata Mensos Risma kepada wartawan di di BBPPKS Bandung, Jalan Panorama, Kayu Ambon, Lembang, Senin 13 Desember 2021.
Baca Juga: Tingkatkan Keahlian Pengrajin Kulit Buaya Asal Papua, Mensos Risma Berharap Hal Ini
Berbeda dengan training sebelumnya, kata dia, training kali ini lebih difokuskan untuk membuat produk kulit buaya menjadi sepatu, sandal, ikat pinggang, dompet dan tas.
Ia menyebut, training ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pengrajin dari Papu agar mampu untuk mendesain berbagai produk dengan bahan dasar kulit buaya.
"Jadi bukan hanya menyamakan kulit. Takutnya kalau menyamakan kulit tak ada yang nampung dan tidak mengerti diapakan nantinya dan otomatis akan berhenti," sebutnya.
Baca Juga: Tiga Menteri Kolaborasi Permudah Ijin Usaha UMKM
"Tapi kalau kita berikan training tentang bagaimana mendesain sebuah produk, maka itu akan lebih bermanfaat," sambungnya.
Ia menilai, kegiatan ini adalah langkah awal untuk memberikan training kepada para pengrajin kulit. Ke depan, pihaknya pun bakal mengadakan training untuk pertanian, peternakan dan berbagai industri kreatif lainnya sesuai dengan permintaan mereka.
"Jadi ini bukan akhir, tapi ini justru awal. Bahkan, kami mengambil SDM dari yang pelosok," ujarnya.
Baca Juga: Usai Dilantik, Kadin Bogor Janji Bantu Pemkot Membangun Pemerintah Bersih
Lebih lanjut ia menerangkan, kegiatan trainig ini bakal dilakukan secara kontinyu. Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan beberapa konsep, seperti yang akan dibuat di Suku Laut di Batam.
"Di sana kita akan membuat garam karena garamnya bagus sekali dan itu sangat mudah. Kita akan siapkan mereka untuk mengikuti training membuat garam dan kita akan buatkan semacam tambangnya," terangnya.
Kendati demikian, sambung dia, lantaran di sana tidak mungkin dibuatkan tambang karena secara geografis tidak memungkinkan.
Baca Juga: Diduga Lecehkan Nabi Muhammad, Tagar TangkapJosephSuryadi Trending, Netizen: Mendidih Darah Saya
"Tapi karena kualitas dari bahan bakunya itu sangat bagus, kita akan siapkan dengan bantuan dari IPB untuk merealisasikan hal itu," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, di NTT pihaknya pun bakal menyiapkan training untuk membuat sei sapi yang rencananya akan diproduksi di rumah bedeng di Jakarta.
"Jadi kita lakukan terus training supaya kapasitas keuangan mereka lebih tinggi dibandingkan bantuan sosial yang mereka terima," ujarnya. (agus satia negara) ***
Editor : inilahkoran


