Harga Cabai Rawit di Pasar Kosambi Bandung Melambung
Menjelang Nataru di Kota Bandung, harga cabai rawit kenaikkan harga. Dari awalnya Rp. 40 ribu jadi Rp. 100 ribu per kilogram.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Menjelang natal dan tahun baru (Nataru) di Kota Bandung, harga cabai rawit kenaikkan harga. Dari awalnya Rp. 40 ribu per kilogram, kini menjadi Rp. 100 ribu per kilogram.
Kenaikkan harga cabai rawit tersebut terjadi sepekan terakhir di beberapa pasar tradisional di Kota Bandung, seperti di Pasar Kosambi.
Selain harga cabai rawit, harga telur dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 31 ribu per kilogram. Kenaikkan terjadi dalam sepekan terakhir sebelum perayaan Nataru.
Salah seorang pedagang telur, Eeng mengatakan, harga jual telur per kilogram mencapai Rp 31 ribu sejak satu pekan terakhir. Dia tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga telur. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, komoditas telur diserap oleh Bansos.
Baca Juga: Polda Terus Awasi Kenaikkan Harga Pangan
"Harga Rp 31 ribu per kilogram paling tinggi, enggak tahu ke depan bisa jadi Rp 32 ribu per kilogram. Tiap hari naik 1.000 sampai 2.000 sudah seminggu, dan paling rendah Rp 18 ribu per kilogram. Kalau stabilnya di harga Rp 23 per kilogram," kata Eeng, Kamis 23 Desember 2021.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, komoditas yang mengalami kenaikan signifikan yaitu cabai rawit dan telur. Penyebab kenaikan harga ditengarai kondisi cuaca dan menjelang natal dan tahun baru.
"Pertama yang signifikan itu cabai rawit. Itu tembus Rp 100 ribu per kilogram. Kalau cabai tanjung Rp 60 ribu. Signifikan cabai karena faktor cuaca dan cabai dapat dari Jawa Timur Blitar dan Priangan Timur, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat tetangga sekitar Ciamis," kata Elly.
Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket
Dijelaskan dia, harga normal cabai rawit sekitar Rp 30 hingga 40 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit dan telur terjadi sejak satu pekan terakhir. Sedangkan harga telur Rp 31 ribu dari harga eceran tertinggi sebesar Rp 24 ribu per kilogram.
"Harga telur tiap pedagang berbeda. Tapi ada yang menyentuh Rp 31 ribu dalam peraturan menteri perdagangan HET telur Rp 24 ribu ini Rp 31 ribu. Kemarin dipantau Rp 28 ribu ada kenaikan signifikan karena memang pasokan aman tapi permintaan meningkat saat natal," ucapnya.
Selain itu, kenaikan terjadi untuk komoditas daging ayam dari Rp 34 ribu menjadi Rp 36 per kilogram. Namun begitu harga daging ayam relatif masih wajar. Pihaknya berharap harga tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun.
Baca Juga: Harga Cabai Anjlok, Para Pedagang Pasar Tagog Padalarang Meradang
"Kami berharap sebenarnya pasokan aman, peningkatan karena permintaan. Kami mengharapkan sampai akhir tahun tidak ada peningkatan cukup di harga tertinggi sekarang. Apabila harga terus mengalami kenaikan maka bisa dilakukan intervensi operasi pasar (OP)," ujar dia.
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat apabila harga terus mengalami kenaikan signifikan. Selain itu dilakukan intervensi yang dapat dilakukan.
"Ada beberapa komoditas yang naik seperti cabe, bawang, telur, minyak goreng, daging ayam dan yang lain stabil. Kita lihat apakah tindakan operasi pasar. Apakah minta bantu ke pemerintah pusat," kata Yana. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


