Fakultas Farmasi Unjani Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat

Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas)

Fakultas Farmasi Unjani Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat
Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas)

INILAHKORAN- Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas), di wilayah Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Sabtu 25 Desember 2021.

Tema yang diambil adalah, “Sosialisasi Potensi Tanaman Kumis Kucing Sebagai Imunostimultan yang Dapat Digunakan di Masa Pandemi Covid-19 Penjelasan Khasiat, Penanaman, dan Pengolahan Pasca Panen”.

Pengmas ini diketuai oleh Faizal Hermanto dan terlaksana atas Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian PTS Tahun 2021.

Baca Juga: Bocoran Sinopsis Ikatan Cinta Sabtu 25 Desember 2021: Elsa Dibawa Ricky, Mama Sarah Hilang?


Pada kegiatan pengmas ini hadir pula empat pemateri. Keempat pemateri tersebut diketuai oleh Faizal Hermanto dengan anggota Fahrauk Faramayuda, Suryani dan Akhirul Kahfi Syam.

Salah satu pemateri ini adalah, Fahrauk Faramayuda. Dia membahas tentang pengenalan terhadap tanaman kumis kucing. Menurutnya, kumis kucing merupakan tanaman herbal. Mengandung senyawa sinentesin yang berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"Selain sebagai tanaman yang dapat memperlancar air seni dan mencegah penyakit ginjal," ucap Fahrauk Faramayuda.

Baca Juga: Spoiler Layangan Putus Episode 6B Sabtu 25 Desember 2021: Aris dan Kinan Menuju Kehancuran

Materi selanjutnya disampaikan oleh Akhirul Kahfi Syam. Dalam kesempatan kali ini, dia memberikan informasi tentang bagaimana cara pembibitan tanaman kumis kucing dari awal sampai akhir dan teknik pemanenan. Melalui video pembelajaran kepada seluruh peserta.

Dia berpendapat bahwa pembibitan kumis kucing dilakukan dengan metode vegetatif. Maksudnya adalah pembudidaya harus melakukan stek dari tiga pucuk utama. Kemudian ditanam ke dalam polybag. Ketika sudah besar, tanaman ini mesti dipindahkan ke pot yang lebih besar.

"Kumis kucing akan dipanen pada usia 10 bulan. Pemanenannya sendiri dengan cara memetik tiga daun utama di bagian pucuk. Kemudian dicuci sampai bersih dan dikeringkan lewat berbagai cara, salah satunya lewat media oven," Akhirul Kahfi Syam.

Baca Juga: Minggu Terakhir Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta, Simak Dokumen yang Harus Dibawa ke Bank

Sementara itu, pembicara pada materi terakhir adalah Suryani. Dia menyampaikan pengaruh proses pemanenan kumis kucing terhadap kandungan yang ada di dalamnya. Dalam paparan ini, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait kandungan dan cara memanen dengan baik dan benar.

Dalam sesi wawancara, Ketua Pelaksana Faizal Hermanto, pengmas berharap bahwa para peserta yang merupakan penjual jamu mendapatkan edukasi mengenai kumis kucing yang memiliki manfaat lain sebagai peningkat daya tahan tubuh (imunostimulan) dimana umumnya kumis kucing dikenal sebagai tanaman berkhasiat peningkat pengeluaran volume urin (diuretik).

"Disamping meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang daun kumis kucing, pedagang jamu juga mampu menanam, memanen sekaligus mengelola tanaman kumis kucing secara optimal untuk meningkatkan nilai kualitas jamu yang akan dihasilkan oleh Paguyuban," paparnya.

Baca Juga: Minggu Terakhir Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta, Simak Dokumen yang Harus Dibawa ke Bank

Pada sisi lain, Ketua Paguyuban Jamu Manunggal Kota Cimahi, Siti Muslikhah, berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan nantinya.

"Membahas hal-hal lain seperti aturan dosis minum ramuan tanaman kumis kucing," ucapnya. (Okky Adiana)***

 


Editor : inilahkoran