INILAHKORAN-Tradisi bakar jagung di malam pergantian tahun menjadi sebuah kebiasaan yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.
Selain memberikan suasana berbeda, tradisi menyantap kudapan jagung bakar saat malam tahun baru membawa berkah tersendiri bagi petani jagung asal Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) lantaran mendadak kebanjiran pesanan.
Para petani di Desa Pakuhaji ini bahkan bisa meraup untung jutaan rupiah. Pasalnya, selain permintaan besar, harga jual jagung manis juga mendadak melejit menghadapi malam tahun baru.
Salah satu petani asal Pakuhaji, Ocin (42) mengatakan musim panen kali ini dirinya mendapat hasil sebanyak 2 ton jagung dari lahan seluas 1.400 meter persegi.
Dengan hasil panen tersebut, dirinya bisa meraup untung kotor sekitar Rp8juta.
"Alhamdulillah banyak pesanan dan harganya naik. Tadi setelah ditimbang kurang lebih dapat 2 ton," katanya saat ditemui, Selasa 28 Desember 2021.
Ia menyebut, harga jual jagung dari petani saat ini menyentuh angka Rp4.000-5.000 per kilogram. Sedangkan, pada hari biasa harga jagung manis maksimal hanya Rp3.000 per kilogram.
Kendati begitu, harga jagung manis yang diterima pengepul tetap beragam karena disesuaikan dengan jenisnya yakni jagung manis sikada, laragon, eksotik, dan talenta.
"Saya di sini tanam jagung manis jenis eksotis. Kalau harga paling mahal jagung Paragon, biasanya sampai Rp5000 per kilogram. Tapi cukup sulit juga perawatannya," bebernya.
Tak hanya itu, ia pun telah memprediksi sejak 3 bulan ke belakang menanam jagung supaya bisa dipanen menjelang tahun baru. Hasil penen musim ini terbilang melimpah karena kondisi cuaca mendukung untuk pertumbuhan jagung.
"Memang sengaja tanam jagung agar bisa penen pas tahun baru. Hasilnya cukup maksimal karena intensitas hujan sangat tinggi beberapa bulan kemarin," jelasnya.
Meski tak jadi andalan, kata dia, hasil tanam jagung cukup membantu petani. Terlebih, tanaman ini bisa mendatangkan cuan bukan hanya dari buahnya, tapi juga dari pohon dan daunnya.
"Daunnya biasa dipakai wajit atau pakan ternak. Jadi lumayan juga apalagi masuk tahun baru. Tapi tetap kalau sehari-hari kita tak mengandalkan jagung, mending sayuran karena cepat laku," tandasnya. (agus satia negara). ***