Datangi Polda Jabar, Bahar bin Smith Sebut Demokrasi Telah Mati, Isyarat Siap Masuk Bui?
Bahar bin Smith menyebut demokrasi di Indonesia telah mati. Dia mengatakan itu di Polda Jabar, Senin 3 Januari 2022. Ada apa?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Bahar bin Smith akhirnya mendatangi Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan ujaran kebencian, Senin 3 Januari 2022.
Bahar bin Smith yang datang bersama istri serta para kuasa hukumnya, mengaku siap menjalani serangkaian proses penyidikan di Polda Jabar.
Hanya saja, Bahar bin Smith memberi opininya andai dia nantinya ditahan Polda Jabar atas kasus dugaan ujaran kebencian ini.
Baca Juga: Datangi Polda Jabar, Bahar bin Smith Sampaikan Pesan Menohok Ini
"Jadi ingin saya sampaikan, jikalau nanti nanti saya masuk, diperiksa dan di tahan saya di penjara, maka wahai rakyat wahai bangsa, khusus umat Islam para ulama, para habaib, bukalah mata kalian, bahwasannya teruslah berjuang menyampaikan kebenaran untuk menyampaikan keadilan jangan pernah tunduk kepada kezaliman darimanapun datangnnya kezaliman itu," katanya.
Bahar bin Smith merasa proses penyidikan terhadap dirinya berlangsung terlalu cepat.
Bahar mengatakan ia sudah menerima surat SPDP dan surat pemanggilan dari Polda Jabar. Menurut dia, kedatangannya ke Polda Jabar sebagai bentuk warga negara yang taat terhadap hukum.
"Ingat itu yah, andaikan saya di tahan atau dipenjara, berarti keadilan telah mati di negara kita demokrasi telah mati," kata dia menegaskan.
Sementara itu, terungkap alasan di balik pelaporan terhadap Bahar bin Smith. Ternyata, gara-gara isi ceramahnya di Margaasih Kabupaten Bandung.
Tim Penyidik Polda Jabar, Kombes Pol Arif Rachman mengungkapkan laporan terhadap Bahar bin Smith berawal dari ceramah sang dai di Margaasih, Kabupaten Bandung, 11 Desember 2021.
"Kronologi awal berawal dari adanya ceramah BS pada tanggal 11 Desember 2021 di Margaasih Kabupaten Bandung yang kemudian diupload, diupload ke dalam satu akun YouTube dan kemudian disebarkan, ditransmisikan sehingga viral di media sosial," kata Arif belum lama ini.***(cesar yudistira)
Editor : inilahkoran


