Warga Desa Rajamandala Kulon Heboh Usai Temukan Mayat di Perkebunan Karet Bandung Barat
Warga Kampung Cipeuredeuy, Desa Rajamandala Kulon heboh usai adanya penemuan mayat di perkebunan karet Bandung Barat milik PTPN VIII.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Warga Kampung Cipeuredeuy, Desa Rajamandala Kulon heboh usai adanya penemuan mayat di perkebunan karet Bandung Barat milik PTPN VIII.
Mayat remaja pria yang ditemukan di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu belakangan diketahui bernama Mohamad Ismail (17). Jasad warga Kiara RT 02 RW 12, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat itu ditemukan pertama kali seorang petani. Karwati (60) yang akan bekerja itu menemukan mayat di perkebunan karet Bandung Barat.
Dia mengaku, sesosok mayat di perkebunan karet Bandung Barat itu dalam keadaan terkapar dengan keadaan telungkup. Lokasinya berada di Desa Rajamandala Kulon.
Baca Juga: Mayat Bocah Perempuan dalam Karung di Bandung Dibunuh Tetangganya Remaja Pecandu Film Porno
"Sekitar jam 7 pagi, saya mau mengambil getah karet. Di tengah-tengah kebun saya lihat ada seperti bantal guling. Setelah didekati, kok ada kakinya. Saya langsung lari," kata Karwati kepada wartawan, Senin 3 Januari 2022.
Dia menuturkan, usai penemuan mayat tersebut dirinya langsung berlari ke pos security terdekat di kawasan perkebunan tersebut. Dia melaporkan ada sesosok mayat yang tergeletak di tengah perkebunan karet. Petugas security pun langsung mengecek ke lokasi penemuan mayat.
"Saat ditemukan, mayat sudah dalam keadaan dikerubuti lalat. Dia memakai kemeja kotak-kotak dan celana jins hitam," kata Karwati.
Baca Juga: Pelaku Ditangkap! Mayat Bocah Perempuan dalam Karung di Bandung Diperkosa Sebelum Dibunuh
Sementara itu, Kapolsek Cipatat Kompol Yana Supiyana mengatakan polisi sudah terjun ke lokasi dan melakukan pemasangan garis polisi. Tim Inafis juga sudah diterjunkan guna melakukan evakuasi mayat dan kemudian diotopsi.
"Penemuannya jam 7 pagi. Untuk penyebab belum bisa kita ungkap. Kita masih mendalami itu," ujarnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


