Berawal dari Obrolan Ringan, Warga Sukamanah KBB Sulap TPS jadi Taman Sampah

Kini, Taman Sampah hadir di Kampung Sukamanah KBB. Taman sampah itu diciptakan warga setempat dengan menyulap TPS di titik tersebut.

Berawal dari Obrolan Ringan, Warga Sukamanah KBB Sulap TPS jadi Taman Sampah
Berawal dari obrolan ringan, warga Sukamanah KBB menyulap TPS menadi Taman Sampah yang menarik dan bermanfaat.

INILAHKORAN, Ngamprah - Ada pemandangan berbeda di Kampung Sukamanah KBB. Di lahan yang biasa digunakan untuk membuang sampah itu disulap menjadi Taman Sampah.

Tepatnya, taman asri itu berada di RT01/RW 02, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berawal dari obrolan ringan warga Sukamanah KBB, Taman Sampah pun menjadi lebih menarik dan bermanfaat untuk berbagai kegiatan.

Pengelola Taman Sampah, Mujib Nugraha (31) mengatakan awal mulanya memang lokasi ini menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) warga. Seluruh warga Sukamanah KBB berinisiatif merealisasikan ide-ide membuat Taman Sampah.

Baca Juga: Sebanyak 300 Sekolah di Kota Bandung Siap Gelar PTM 100 Persen

"Awalnya sih ada teguran dari PT Indonesia Power sebagai pemilik lahan kepada pihak desa yang kemudian disampaikan melalui RW. Dari situ jadi awal kegiatan bersih-bersih lingkungan," katanya, Kamis 6 Januari 2022.

Ia mengaku, pihaknya memang tidak ada niatan untuk membuat taman, namun lebih kepada niat untuk bersih-bersih lingkungan dari sampah.

"Niatnya hanya akan dilakukan pembersihan sampah di lokasi tersebut dan akan dibuatkan tempat pembuangan sampah (TPS) agar bisa dilakukan pemilahan sampah organik dan anorganik," tututrnya.

Baca Juga: Baru Jadi Tersangka Bahar bin Smith Dilaporkan Lagi, Ada Kaitannya dengan KSAD Dudung Abdurachman?

Kendati demikian, seiring berjalannya waktu dirinya bersama kelompok peduli lingkungan yang dinamakan Komunitas Sukamanah United dan Paguron Silat Ruyuk Hitam berfikir untuk mengalihfungsikan TPS menjadi taman yang bisa digunakan untuk masyarakat.

"Tidak ada tujuan membangun taman itu, hanya yang terlintas adalah bagaimana membersihkan lingkungan tersebut dengan membangun tempat pengelolaan sampah untuk warga RT01 dan RT02 agar warga bisa membuang sampah dan dikelola secara mandiri," bebernya.

Ia menyebut, Taman Sampah tersebut kini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas mulai dari latihan pencak silat hingga senam rutin ibu-ibu setempat.

Baca Juga: Babak Baru, Para Korban Pencabulan Herry Wirawan Minta Ganti Rugi

"Tak jarang banyak yang menggunakan Taman Sampah untuk melakukan berbagai kegiatan tanpa dipatok biaya sewa. Yang penting ada buat operasional kebersihan dan perawatannya," sebutnya.

Taman yang dibangun sejak 19 Juni 2020 tersebut, tambah dia, dikelola secara mandiri oleh warga tanpa bantuan dari pemerintah baik desa maupun kecamatan.

"Saya berharap, Taman Sampah itu mendapat perhatian dari pemerintah desa dan kecamatan agar ke depan bisa dibangun lebih menarik dan tentunya menghasilkan nilai ekonomis," tandasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran