Buntut Kasus Pencabulan Pengurus Pondok Pesantren di Ciparay, Pengawasan Lembaga Pendidikan Harus Diperketat
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyesalkan kasus dugaan pencabulan pengurus pondok pesantren di Ciparay, Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Bupati Bandung Dadang Supriatna menyesalkan kasus dugaan pencabulan pengurus pondok pesantren di Ciparay, Kabupaten Bandung.
Dadang Supriatna berjanji akan memperketat pengawasan terhadap semua lembaga pendidikan yang ada di daerahnya. Hal itu dilakukan agar kasus pencabulan pengurus pondok pesantren di Ciparay tidak terulang.
“Agar pencabulan pengurus pondok pesantren di Ciparay tidak terulang, semuanya harus diperketat, baik dalam model pengawasan, sertifikasi sekolah hingga tenaga pengajar. Termasuk keterlibatan masyarakat dalam aktivitas lembaga pendidikan,” kata Dadang Supriatna usai menghadiri vaksinasi massal di Dome Balerame, Soreang, Jumat 7 Januari 2022.
Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna akan mengambil sejumlah tindakan. Di antaranya mewajibkan sertifikasi seluruh tenaga pendidik baik di lembaga formal maupun nonformal.
Tak hanya itu, Dadang Supriatna juga meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk segera mengeluarkan peraturan khusus. Keberadaan aturan itu sebagai langkah preventif tindak pencabulan di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Jumlah pesantren di Kabupaten Bandung terus bertambah. Oleh karenanya kita akan lebih selektif dalam memberikan izin pendirian lembaga pendidikan. Bagi pesantren atau sekolah yang tidak memenuhi syarat, kami tidak segan utnuk mencabut kembali izinnya," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan tindak pidana pencabulan hingga persetubuhan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Diduga korban santriwati dicabuli dan digagahi oleh salah seorang pengurus pondok pesantren tersebut, dan tidak menutup kemungkinan aksi pelaku dilakukan terhadap lebih dari satu orang santriwati.
"Saat ini kami masih intensif melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Dan memberikan pendampingan kepada korban dan orang tuanya untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polresta Bandung Kompol Bimantoro. (Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


