Aksi Nekat Pencuri Kursi Taman Dipergoki Petugas Keamanan

Dua orang pelaku melakukan aksi nekat dengan mencuri kursi taman yang berada di trotoar Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung

Aksi Nekat Pencuri Kursi Taman Dipergoki Petugas Keamanan
petugas keamanan Balai Kota Bandung, Sandhi
INILAHKORAN- Dua orang pelaku melakukan aksi nekat dengan mencuri kursi taman yang berada di trotoar Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Jumat 7 Januari 2022.
 
Salah satu petugas keamanan Balai Kota Bandung, Sandhi mengatakan, persitiwa tersebut terjadi saat rekan tugasnya melakukan shift malam hingga pagi. Ketika serah tugas, menceritakan kepadanya. 
 
"Kejadiannya pukul 04.30 WIB. Rekan saya mendengar suara yang mencurigakan dari arah Wastukancana atau di pos 1. Setelah dicek, ternyata kursi taman hilang, dan dibawa becak motor (bentor) pelaku," kata Sandhi. 
 
 
Menurut Sandhi, kedua pelaku berhasil melarikan diri setelah dipergoki petugas keamanan Balai Kota. Bentor yang dibawa pun, sempat disimpan di depan Masjid Al Ukuwah setelah menabrak trotoar. 
 
"Pelaku lari ke arah Babakan Ciamis, dan barang bukti berhasil diamankan pihak berwajib. Pelaku juga enggak hanya mencuri kursi taman, tetapi juga mencuri ornamen lampu penerangan jalan umum (PJU)," ucapnya. 
 
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung Didi Ruswandi menanggapi, aksi pencurian kursi taman di Kantor Wali Kota Bandung tersebut. Dia mengaku telah menerima laporan terkait peristiwa itu. 
 
 
Ternyata, kata Didi, tak hanya kursi taman. Melainkan pihaknya juga menerima laporan soal pencurian lampu PJU dengan ornamen enam patung Maung di atasnya yang berlokasi di Balai Kota Bandung.
 
"Memang pernah juga di Balai Kota Bandung hilang lampu ornamen PJU dan sekarang kursi taman. Mudah-mudahan ini menjadi pengingat bagi para pelaku kejahatan untuk merasa peduli pada fasilitas publik," kata Didi. 
 
Kejadian serupa, disebut dia pernah terjadi di kawasan Asia Afrika dengan kejadian pencurian kursi taman. Dia mengimbau kepada seluruh warga untuk peduli dan segera melapor ketika ada hal-hal yang mencurigakan. 
 
 
"Jika ada yang mencurigakan, silakan foto yang jelas pelakunya. Lalu, nanti kami akan sebar foto-fotonya. Mudah-mudahan itu bisa memberikan efek jera bagi para pelaku yang mengambil dan merusak," ucapnya. 
 
Didi menambahkan, masalah pengawasan fasilitas-fasilitas umum masih mengandalkan CCTV yang telah terpasang. Sebagian dari ATCS, seperti di Simpang Lima. Sedangkan ruas jalan lainnya belum. *** (Yogo Triastopo) 


Editor : inilahkoran