Urunan Rp180 Miliar Bangun Rumah Sakit Edelweiss Cianjur
ada 2023 nanti, Rumah Sakit Edelweiss Cianjur bakal berdiri. Untuk pembangunannya, sejumlah lembaga besar berkolaborasi untuk urunan dana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pada 2023 nanti, Rumah Sakit Edelweiss Cianjur bakal berdiri. Untuk pembangunannya, sejumlah lembaga besar berkolaborasi untuk urunan dana.
Nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun Rumah Sakit Edelweiss Cianjur itu sekitar Rp180 miliar. CEO Edelweiss Healthcare Group Syauqi Robbani mengatakan, dana itu didapat dari mayoritas berasal dari sejumlah investor yang digaet.
“Untuk investasi membangun Rumah Sakit Edelweiss Cianjur ini kurang lebih Rp180 miliar. Mayoritas, dana itu berasal dari investor,” kata Syauqi usai seremoni penandatanganan kemitraan strategis di Edelweiss Hospital Bandung, Kamis 20 Januari 2022.
Baca Juga: Korban Luka Berat Land Rover Terjun ke Jurang Pangalengan Dilarikan ke Dua Rumah Sakit Ini
Menurutnya, pembangunan Rumah Sakit Edelweiss Cianjur itu pun bisa terwujud dengan semangat kolaborasi masyarakat. Untuk kolaborasi itu, pihaknya menjalin kemitraan dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur, Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur, PT Alittihad Sembilan Tujuh, Bank Muamalat Indonesia, dan Rumah Zakat.
Syauqi menuturkan, sesuai timeline yang disusun rencananya pada Juni-Juli 2022 proses pembangunan dimulai. Harapannya, proses pembangunan gedung berlantai 4 berkapasitas 150 bed itu bisa tepat waktu selama setahun ke depan.
“Artinya, kuartal III 2023 nanti Rumah Sakit Edelweiss Cianjur sudah operasional. Dengan persiapan matang, pada kuartal IV 2023 rumah sakit ini bisa langsung melayani masyarakat,” ujarnya yakin.
Baca Juga: Pengakuan Sopir Truk Tronton yang Tabrak Belasan Kendaraan di Simpang Muara Rampak, Ternyata...
Secara umum, fasilitas kesehatan yang dibangun di Cianjur itu merupakan perwujudan dari dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menyehatkan bangsa. Wilayah Kabupaten Cianjur dipilih karena bagian dari wilayah penyangga di Jawa Barat.
“Sinergi keumatan dalam membangun Rumah Sakit Edelweiss Cianjur ini tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan warga Cianjur saja. Namun, ini sebagai cara kita untuk merapatkan barisan umat, khususnya dalam mengembangkan syiar dan perekonomian Islam,” tuturnya.
Sebagai pengelola, Syauqi menjelaskan pihaknya menggandeng kerja sama untuk pemenuhan sumber daya manusia. Pasalnya, kebutuhan kesehatan masyarakat itu bisa terpenuhi tentu dengan dukungan resources. Keterlibatan SDM lokal menjadi perhatian utama pihaknya untuk menjalankan fasilitas kesehatan tersebut.
Baca Juga: bank bjb Mesrakan Bali, Dukung Pengembangan UMKM Pulau Dewata
“Guna memenuhi resources itu kita bekerja sama dengan NU Cianjur dan Ponpes Al-Ittihad yang alumninya banyak yang menjadi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Kolaborasi Edelweiss sebagai manajemen itu menjunjung peribahasa ‘Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’ dengan melibatkan warga lokal,” jelasnya.
Sementara, pengelolaan RS itu pun erat kaitannya dengan kegiatan sosial. Untuk itu, Rumah Zakat hadir mendukung operasionalisasi Rumah Sakit Edelweiss Cianjur. CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan,
“Di sini, kita akan mengoptimalkan dana wakaf yang dikelola Rumah Zakat. Dengan pendirian RS di Cianjur ini akan memudahkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat setempat,” ujar Nur Efendi.
Baca Juga: Cari Nafkah Termasuk Jihad? Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Kewajiban Suami yang Jadi Jalan ke Surga
Sedangkan, Ketua Pengurus Cabang NU Cianjur KH Choirul Anam MZD mengaku Rumah Sakit Edelweiss Cianjur itu nantinya menjadi RS NU pertama di Jawa Barat. Dia pun mengharapkan, pendirian RS itu dapat membantu masyarakat Cianjur untuk mendapatkan fasilitas layanan kesehatan lebih baik.
Secara umum, kemitraan strategis lima lembaga besar di Indonesia itu diharapkan dapat mencukupi jumlah tempat tidur yang dibutuhkan warga Kabupaten Cianjur. Dari informasi yang dihimpun, jumlah tempat tidur yang dibutuhkan warga Cianjur yakni sebanyak 2.509 ranjang. Sedangkan, jumlah tempat tidur yang tersedia saat ini hanya 1.159 ranjang. Artinya, masih ada kekurangan tempat tidur sebanyak 1.350 ranjang. (dnr)
Editor : inilahkoran


