Pedagang Pasar Tradisional di Cimahi Menjerit, Buntut Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter

Para pedagang pasar tradisional di Cimahi menjerit dengan kebijakan pemerintah menetapkan harga minyak goreng Rp14 ribu per liter.

Pedagang Pasar Tradisional di Cimahi Menjerit, Buntut Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter
Para pedagang pasar tradisional di Cimahi ogah menjual minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter.

INILAHKORAN, Bandung- Para pedagang pasar tradisional di Cimahi menjerit. Gara-garanya, kebijakan pemerintah menetapkan harga minyak goreng Rp14 ribu per liter.

Para pedagang pasar tradisional di Cimahi menyebut harga minyak goreng Rp14 ribu per liter membuat mereka cekak alias merugi.

Alhasil, para pedagang pasar tradisional di Cimahi menjual minyak goreng dengan harga lama yakni Rp19 ribu hingga Rp19.500 per liter.

Baca Juga: Rekor Dunia! 12 Pelatih Liga 1 Lengser, Begini Tanggapan Mengejutkan Arsitek Persib Robert Alberts

Salah satunya, Nining pedagang pasar di Cimindi, Cimahi mengaku enggan untuk menjual minyak dengan harga Rp14 ribu per liter lantaran bakal rugi.

"Saya masih menjual minyak goreng Rp19.500/liter kalau jual Rp14.000/liter malah rugi bukannya untung," katanya.

Ia pun meminta, agar pemerintah bisa mencarikan solusi yang kini tengah dihadapi para pedagang, khususnya di pasar tradisional.

Baca Juga: Geger Pelecehan Ahli Gigi di Bandung, Korban: Tanganku Gemetar, Aku Nahan Nangis...

Pasalnya, dengan menjual Rp19.500/liter sementara di minimarket dan toko modern minyak goreng dijual Rp14.000 maka konsumen akan lari ke harga yang jauh lebih murah.

"Akibatnya pembelian minyak goreng di pasar jadi sepi," ungkapnya.

"Harus ada solusi, masa di minimarket harganya murah, di pasar mahal. Pastinya konsumen lebih milih yang harganya murah, karena selisihnya Rp5.500 lumayan besar," sambungnya.

Biasanya, lanjut dia, kerap kali ada petugas dari pemerintah pusat atau Pemkot Cimahi yang berkunjung ke sini untuk menstabilkan harga. Kendati demikian, hingga saat ini masih belum ada.

Baca Juga: Warga Bandung Waspada! Kasus DBD Meningkat Tajam, Belasan Pasien Meninggal Dunia

"Kami para pedagang hanya bisa pasrah," keluhnya.

Senada, pedagang pasar tradisional lainnya, Amir mengaku, dirinya pun masih menjual minyak goreng dengan harga lama. Yaitu minyak goreng curah Rp20.000/kg.

Sedangkan, lanjut dia, untuk minyak goreng kemasan hanya menjual ukuran dua liter, dengan harga jual Rp39.000 hingga Rp40.000/ kemasan dua liter.

Baca Juga: Dunia Lebih Ringan dari 11 Sayap Nyamuk, Ustadz Hanan Attaki: Nggak Berharga!

"Karena harga minyak goreng mahal, pembeli jadi mengurangi pembelian. Terlebih dengan adanya perbedaan harga antara yang dijual di minimarket dan pasar tradisional," ujarnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran