Waspada, Jalur Alternatif Menuju Wisata Lembang KBB Ini Ternyata Rawan Bencana
Potensi bencana di jalan alternatif menuju kawasan wisata Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini menjadi ancaman bagi para pengunjung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Potensi bencana di jalan alternatif menuju kawasan wisata Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini menjadi ancaman bagi para pengunjung yang kerap memilih jalur tersebut.
Pasalnya, jalur tersebut rawan terjadi sejumlah bencana yang membahayakan pengendara yang melintas di jalur alternatif tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan, jalan alternatif tersebut menjadi favorit wisatawan dari Jabodetabek menuju Lembang, seperti dari Cimahi-Cisarua-Parongpong-Lembang, dan Padalarang-Ngamprah-Cisarua-Parongpong-Lembang.
Baca Juga: Terancam Denda Rp116 Miliar Terkait Kepemilikan Pasar Panorama Lembang, Ini Langkah Pemda KBB
Kendati demikian, jalan alternatif tersebut memiliki kerawanan yang cukup tinggi. Seperti bencana tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang, ketika hujan deras disertai angin kencang turun.
"Wisatawan harus waspada terhadap ancaman bencana alam di jalur alternatif menuju kawasan wisata Lembang, terutama di sepanjang Jalan Kolonel Masturi," katanya.
Terlebih, jelas dia, saat ini berdasarkan informasi yang diterima BPBD KBB dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa puncak musim hujan ini diprediksi masih akan terjadi.
Baca Juga: Mulai Babak Baru, Jae DAY6 Putuskan Pindah Kembali ke Los Angeles Bulan Ini
"Kami meminta wisatawan untuk mewaspadai potensi bencana yang bisa terjadi di jalan alternatif menuju Lembang," jelasnya.
Ia menyebut, beberapa titik rawan bencana di jalur alternatif ke Lembang yang harus diwaspadai yang berpotensi rawan longsor terjadi di kawasan Cisarua, seperti di dekat objek wisata Curug Pelangi.
"Jalan di lokasi tersebut sudah setahun longsor dan belum diperbaiki hingga saat ini," sebutnya.
Baca Juga: Pasti Kecewa Jika Lakukan Ini Pada Manusia, Ustadz Hanan Attaki: Andalkan Allah Saja
Akibatnya, lanjut dia, kendaraan yang melintas harus bergantian dengan sistem buka tutup karena hanya satu ruas jalan yang bisa dipakai.
"Titik rawan longsor lainnya adalah di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Kramat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang," ujarnya.
Ia menuturkan, tebing di kawasan ini sudah beberapa kali mengalami longsor dan material tanahnya kerap menutup semua badan jalan.
Baca Juga: Polisi Bakal Periksa Panitia Konser Tri Suaka di Taman Anggur Kukulu Subang
"Bahkan pada Minggu malam tanggal 13 November 2016, empat orang sekeluarga yang berada di mobil tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi terhempas material longsoran tanah dari tebing setinggi sekitar 50 meter di lokasi tersebut saat hujan deras turun," tuturnya.
Sementara, lanjut dia menerangkan,
banjir bandang biasanya terjadi ketika hujan deras turun dan beberapa kali menyergap wilayah Padalarang seperti di sekitar underpas Padalarang.
"Di sekitar Ngamprah dekat kantor Pemda KBB di jalur Cijamil-Pasirhalang menuju Cisarua kerap terjadi banjir bandang," terangnya.
Baca Juga: Ini Dia Lima Anggota Gangster Bogor Tersangka Pembacok RM, Ironis Salah Satunya Masih Anak-anak
Menurutnya, kejadian serupa seringkali terjadi di wilayah Parongpong. Seperti di dekat pintu masuk menuju salah satu objek wisata yang beberapa waktu lalu terjadi banjir bandang lantaran tingginya intensitas hujan.
"Banjir bandang bahkan sering terjadi di depan Pasar Panorama Lembang seusai hujan lebat," tuturnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, untuk daerah rawan terjadinya pohon tumbang seperti di Jalan Kolonel Masturi tepatnya di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua.
Baca Juga: Ini Dia Lima Anggota Gangster Bogor Tersangka Pembacok RM, Ironis Salah Satunya Masih Anak-anak
"Di kawasan itu banyak terdapar pohon-pohon tinggi di pinggir jalan yang berusia tua sehingga rawan tumbang ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang," bebernya.
Termasuk, kata dia, bagi wisatawan dari arah Subang yang akan masuk ke Lembang harus waspada pohon tumbang di sekitar Jalan Raya Tangkubanparahu-Cikole yang banyak pohon di kanan kiri jalan.
"Tidak hanya di jalan raya, di dalam kawasan yang banyak terdapat objek wisata juga harus diwaspadai potensi adanya pohon tumbang," ujarnya.
Baca Juga: Bank Bjb Genjot Ragam Inovasi Digital Jelang Right Issue
Ia menambahkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan PHRI, pengelola objek wisata, terutama yang ada di kawasan Perhutani.
"Manakala terjadi hujan besar dan angin kencang harus waspada adanya pohon tumbang," tandasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


