Warga Desa Bongas KBB Kembangkan Potensi Ketahanan Pangan dan Energi
Sejumlah warga Desa Bongas KBB kini mengembangkan potensi ketahanan pangan dan energi di wilayah selatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah warga Desa Bongas KBB kini mengembangkan potensi ketahanan pangan dan energi di wilayah selatan KBB.
Melalui Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kreatif Pertanian, Peternakan, Perikanan (Pinbuk) Kampung Kandangsapi RT 01/RW17, sejumlah warga Desa Bongas KBB itu bakal mengembangkan potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah demi ketahanan pangan dan energi.
Ketua Pinbuk Dudi Mulyadi mengatakan, berbagai potensi di wilayah selatan bisa dikembangkan secara maksimal dengan pengolahan yang tepat guna meningkatkan kesejahteraan warga Desa Bongas KBB yang masuk ke wilayah Kecamatan Cililin. Diaa menilai, ketahanan pangan dan energi bisa berjalan beriringan saat didukung sumber energi yang memadai.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Bandung Gandeng Unpas Kembangkan Sekemala Integerated Farming
"Isu yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan energi memiliki kaitan yang sangat erat," katanya saat ditemui, Rabu 9 Februari 2022.
Menurutnya, potensi keduanya cukup memadai di wilayah selatan KBB, mulai dari bidang tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, perkebunan dan tanaman rempah.
"Untuk tanaman pangan, tersedia padi, jagung, singkong, pirang, talas dan lain-lain. Begitu juga untuk holtikultura, terdapat antara lain berbagai sayuran, tanaman hias, buah-buahan," sebutnya.
Sedangkan untuk bidang peternakan, lanjut dia, di wilayah selatan memiliki penggemukan sapi ruminansia, penggemukan ruminansia kecil, unggas non ras dan ras dan sapi perah.
Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Urban Farming
"Untuk perikanan, terdapat jaring terapung. Sedangkan untuk bidang perkebunan, wilayah selatan memiliki teh, kopi, gula aren dan lain-lain. Rempah, terdapat jahe, kapulaga, serai, lengkuas, kencur, kunyit," bebernya.
Lebih jauh ia menjelaskan, untuk sumber energi pihaknya bakal mengembangkan pengolahan sampah menjadi sumber energi.
"Karena para inovator pengolahan sampah menjadi sumber energi, berasal dari wilayah selatan juga," jelasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Lomba Budikdamber
Ia menyebut, biomassa atau sumber energi berbahan dasar sampah saat ini mulai dikembangkan di Desa Bongas.
"Mudah-mudahan inovasi ini bisa menjadi solusi mengatasi persoalan sampah dan tentunya, bisa menghasilkan uang," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


