Gawat! Minyak Goreng di Sejumlah Mini Market Kabupaten Bandung Kosong

Gawat persedian minyak goreng di sejumalh mini market di Kabupaten Bandung kosong sementara harga minyak goreng di pasar tradisional mahal

Gawat! Minyak Goreng di Sejumlah Mini Market Kabupaten Bandung Kosong
Stok minyak goreng di sejumlah mini market di kabupaten Bandung kosong.

 

INILAHKORAN, Bandung – Gawat, persedian minyak goreng di sejumlah mini market di Kabupaten Bandung kosong.

Tidak hanya kosong, harga minyak goreng di Kabupaten Bandung masih tinggi walaupun pemerintah pusat sudah menentukan harga tertinggi Rp14 ribu per liter.

"Dari kemarin saya muter-muter ke beberapa mini market di Kabupaten Bandung, minyak goreng pada kosong. Kalaupun ada harganya tetap saja tidak seperti yang sudah dipatok pemerintah yakni Rp 14 ribu perliternya," kata Yayah (44) salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui usai berbelanja disebuah mini market di Soreang Kabupaten Bandung, Kamis 10 Februari 2022.

Baca Juga: HET Minyak Goreng Curah Dicuekin, Disdagin Kota Bandung Hanya Bisa Berkirim Surat

Setelah berkeliling kebeberapa mini market dengan hasil nihil. Ia mencari minyak goreng di Pasar Soreang, di pasar tradisional itu minyak goreng masih tersedia. Namun dengan harga jauh dari yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp 14 ribu perliter.

"Kalau di pasar ada tapi harganya tetap saja mahal. Kalau untuk pedagang gorengan seperti saya pasti inginnya yang murah, karena kalau bahan baku mahal kami enggak bisa jualan," ujarnya.

 Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Soreang (APPS) Maman Hidayat mengakui jika hingga hari ini harga minyak goreng kemasan dan curah tergolong masih tinggi. Perhari ini, harga minyak goreng mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu perliter. Begitu juga untuk minyak goreng curah, harganya hanya selisih sedikit.

Baca Juga: Kunci Jawaban Shopee Tebak Kata Level 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150

"Kalau ketersediaan masih ada, cuma tidak banyak seperti beberapa hari sebelumnya. Mungkin para pedagang juga enggak terlalu banyak stok, karena untuk mengikuti perkembangan harga baru. Kalau yang biasanya stok dua karton, yah sekarang mah cuma satu karton dulu," kata Maman. (Rd Dani R Nugraha).


Editor : inilahkoran