Disperindag Kabupaten Bandung Segera Gelar Pasar Murah, Antisipasi Panic Buying
Mengantisipasi panic buying, Disperindag Kabupaten Bandung segera gelar pasar murah di setiap Kecamatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kabupaten Bandung segera gelar pasar murah minyak goreng.
Rencananya, Disperindag Kabupaten Bandung menggelar pasar murah bersama Bulog di setiap Kecamatan.
Disperindag Kabupaten Bandung menggelar operasi pasar murah untuk mengantisipasi terjadinya panic buying.
Baca Juga: Hotel Sayaga Wisata di Kabupaten Bogor Siap Beroperasi Mei 2022
Kadisperindag Kabupaten Bandung, Diki Anugrah mengakui jika hingga hari ini masih terjadi kelangkaan minyak goreng.
Jika ada pun ada masih diatas harga yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 14 ribu perliter. Kata dia, operasi pasar akan dilakukan disetiap kecamatan dengan memerhatikan kuota sesuai jumlah penduduk di masing-masing kecamatan.
"Pasar murah akan kami gelar disetiap kecamatan tapi tentunya kuota setiap kecamatan berbeda-beda. Pasar murah sangat penting untuk kami lakukan, karena saat ini juga kasus Covid 19 sedang meningkat," kata Diki, Rabu 16 Februari 2022.
Baca Juga: Yana Mulyana Imbau Pasien Covid 19 Bergejala Ringan di Bandung Isolasi Mandiri
Dikatakan Diki, untuk kegiatan pasar murah ini, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Bulog sebanyak 5000 dus, yang mana per dusnya berisi 12 bungkus minyak goreng isi 1 liter. Atau sama dengan 60.000 liter minyak goreng dipersiapkan untuk operasi pasar.
"Kami distribusikan ke setiap kecamatan sesuai jumlah penduduk. Misalkan di satu kecamatan memerlukan 200 dus dan dikecamatan lainnya hanya perlu 180 dus. Nah masyarakat yang beli dibatasi sebanyak 2 liter saja," ujarnya.
Pelaksanaan pasar murah minyak goreng ini, kata Diki, akan digelar pekan depan. Karena memang distribusi ke setiap kecamatannya dilakukan pada akhir minggu ini. Sosialisasi dan koordinasi terus dilakukan oleh Diperindag dengan pihak kecamatan, untuk memudahkan pelaksanaan pasar murah tersebut.
Soal kelangkaan minyak goreng ini, Diki mengaku tak bisa berbuat banyak. Ini terjadi dipicu oleh terlambatnya distribusi dari distributornya. Sayangnya, distributornya tak ada di Kabupaten Bandung.
"Kalau stok sih tidak kosong dipasaran itu. Tapi karena terjadi peningkatan pembeli yang dipicu oleh adanya kebijakan harga eceran tertinggi Rp 14 ribu dari yang sebelumnya Rp 20 ribu per liter. Ini yang membuat panic buying," katanya.***(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


