INILAHKORAN, Bandung - Era globalisasi saat ini menyebabkan gaya hidup muda-mudi Islam mulai bergeser.
Melihat hal tersebut, Ustaz Husein Abud Attamimi menilai, gaya hidup remaja Islam memang sangat berbeda dari zaman ke zaman.
Mereka kata Ustaz Husein Abud Attamimi, lebih memilih gaya hidup masing-masing alias individual. Pergeseran gaya hidup remaja tersebut, dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga sekitar.
"Kita tidak bisa menghindari perbedaan gaya hidup kondisi dahulu dan kondisi yang sekarang, bahwa tantangannya berbeda dan harus siap dihadapi lebih kuat lagi, karena kalau pola gaya hidup mereka sudah berbeda sekali tantangannya, mulai dari perkembangan teknologi dan lain sebagainya. Kitanya, harus sudah siap menghadapi tantangan itu," kata Ustaz Husein Abud Attamimi, Kamis 17 Februari 2022.
Sebagai orangtua, kata dia, keluarga tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya suami, istri dan anak. Lebih dari itu, keluarga memiliki fungsi dan peranan yang signifikan dalam menentukan nasib suatu bangsa.
Kalau komunikasi diantara anggota keluarganya bagus, khususnya antara orangtua dengan anaknya, maka pola gaya hidup yang menyimpang akan dengan mudah diminimalisir.
"Hal lain adalah orangtua itu bukan sekadar memberikan perintah, akan tetapi juga harus banyak memberikan teladan, tidak sekadar bicara, akan tetapi mereka juga melakukan," ucapnya.
Lebih jauh dia memaparkan, mestinya remaja Islam saat ini harus lebih siap menghadapi tantangan saat ini. Pasalnya, pergeseran zaman saat ini dari zaman sebelumnya lebih dipengaruhi dengan ketersediaan fasilitas yang sangat memadai, dengan tetap harus memperhatikan penggunaan dan efektivitas dari fasilitas tersebut.
"Mestinya remaja Islam saat ini lebih memanfaatkan perkebangan alat-alat teknologi untuk bisa lebih bijak bertindak, bukan malah sebaliknya," pungkasnya. *** (Okky Adiana)