INILAHKORAN, Ngamprah - Kebahagiaan kembali menyelimuti keluarga Fitri Anggraeni bocah 12 tahun yang mengalami kelumpuhan sejak usia dua bulan.
Pasalnya, Kementerian Sosial melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung memberikan bantuan untuk memulihkan kondisi Fitri.
Salah satu pegawai dari (BRSPDSN) Balai Wyata Guna Bandung, Rohmah Noviani mengatakan, dari hasil assesmen penilaian data yang didapat sesuai fakta dan pimpinan pun langsung mengintruksikan agar seluruh tim bergegas segera menyambangi Fitri.
"Berawal dari laporan medsos dan viral sampai ke pimpinan lalu menugaskan untuk assessment," katanya.
"Setelah datang ke sana, ternyata kondisi Fitri Anggraeni sama seperti informasi," sambungnya.
Ia menjelaskan, kondisi ananda Fitri Anggraeni benar mengalami kelumpuhan, namun kondisi kakinya masih bisa digerakkan dan diluruskan.
"Sebenarnya masih bisa bergerak dan diluruskan, namun hanya kurang terapi. Oleh karenanya, kami berencana memberikan terapi," jelasnya.
Berdasarkan penuturan dari pihak keluarga, lanjut dia, kondisi ananda Fitri sempat ada perubahan usai diberikan terapi. Namun demy, lantaran terbentur keterbatasan biaya, terapi pun terpaksa dihentikan.
"Dulu pernah ada perubahan dan mudah-mudahan bisa kembali pulih," ujarnya.
Ia mengaku, pihaknya memberikan sejumlah bantuan sesuai dengan kebutuhan ananda Fitri, seperti susu dan pampers.
Menurutnya, kebutuhan gizi untuk ananda Fitri ini sangat dibutuhkan, kendati sempat diajukan ke pihak desa, namun belun ada tanggapan hingga saat ini.
"Maka dari itu kami berencana untuk mengambil langkah untuk memenuhi kebutuhan gizi ananda Fitri ini," tuturnya.
"Termasuk, program terapi yang ke depan bakal diberikan lantaran saat ini pihaknya tengah menjalankan tugas assessment di Kabupaten Bandung Barat," pungkasnya.*** (agus satia negara).***