Tingkatkan Mutu Layanan Peserta JKN KIS, BPJS Kesehatan Bandung Gencar Lakukan Evaluasi
Demi meningkatkan mutu layanan peserta JKN KIS, BPJS Kesehatan Cabang Bandung mengadakan pertemuan evaluasi pelayanan kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Demi meningkatkan mutu layanan peserta JKN KIS, BPJS Kesehatan Cabang Bandung mengadakan pertemuan evaluasi pelayanan kesehatan dan feedback kepuasan tahun 2021.
BPJS Kesehatan Cabang Bandung menggelar evaluasi mutu layanan peserta JKN KIS itu bersama Dinas Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN), Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB), dan seluruh Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) se-Kota Bandung.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung Muhammad Fakhriza menyebutkan, saat FKRTL bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, ada beberapa komitmen yang disepakati. Menurutnya, dari komitmen tersebut sekitar 75 persen fokus kepada mutu layanan peserta JKN KIS. Sisanya, 25 persen terkait pengendalian biaya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Cabang Bandung Sebut Badan Usaha Kota Bandung Kini Lebih Paham Perlindungan JKN KIS
“BPJS Kesehatan Cabang Bandung terus berupaya dalam peningkatan mutu layanan peserta JKN KIS melalui sinergi perbaikan dengan FKRTL. Indikator komitmen kerja sama seperti display tempat tidur, jadwal tindakan operasi, dan implementasi antrean online, kini semua telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Untuk antrean online, saat ini kami sedang berproses agar secepatnya 100 persen FKRTL di Kota Bandung sudah mengimplementasikan,” jelas Fakhriza.
Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan fasilitas kesehatan, Fakhriza juga berharap agar FKRTL dapat memaksimalkan percepatan pengajuan klaim N-1 ke BPJS Kesehatan, baik untuk klaim Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) maupun Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL).
“Gambaran pengajuan klaim masih beragam, namun harapan kami N-1 sudah ditagihkan. Artinya untuk pelayanan kesehatan di bulan Januari, berkas penagihan klaim ke BPJS Kesehatan sudah kami terima di bulan Februari standar minimal sebesar 70 persen. Kami harap ini dapat berjalan optimal di masing-masing FKRTL,” katanya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Cabang Bandung Gencar Sosialisasikan Program JKN KIS melalui FORMAT JKN
Kondisi pandemi Covid-19 menuntut seluruh pihak untuk menyesuaikan dengan situasi yang terjadi, termasuk pelayanan kesehatan. Pemanfaatan digitalisasi dalam layanan kesehatan tidak dapat dielakkan. Inovasi dan terobosan yang telah dilakukan BPJS Kesehatan, sudah mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya diungkap oleh Ketua Koordinator Jaminan Kesehatan PERSI Jabar Dadang Rukanta Suryahadimaja.
“Saya apresiasi saat ini layanan kesehatan sudah digitalisasi oleh BPJS Kesehatan, ini juga sudah terlihat progress-nya dari pertemuan-pertemuan sebelumnya,” tutur Dadang.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua TKMKB Kota Bandung Dony Septriana Rosady mengapresiasi adanya peningkatan indeks kepuasan peserta pada 2021, khususnya di FKRTL. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari peran dan kerja keras dari semua pihak.
“Adanya peningkatan kepuasan peserta di tahun 2021 patut diapresiasi. Peningkatan ini tentunya akan berdampak positif bagi penyelenggaraan program JKN-KIS oleh BPJS Kesehatan serta dalam mempertahankan mutu pelayanan kesehatan bagi faskes. Terkait optimalisasi pengajuan klaim pelayanan kesehatan yang masih tertunda, ini perlu didalami lagi kendalanya. Kalau misalnya ada data, nanti bisa kita analisis secara spesifik agar lebih baik lagi,” ujarnya. (*)
Editor : inilahkoran


